Alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi

Alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi

Alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi

Di era teknologi yang sedang berkembang pesat seperti saat ini penggunaan teknologi sistem informasi ada yang memberikan dampak positif dan negatif kepada penggunanya. Dampak negatif tentunya sangat merugikan bagi pengguna teknologi sistem informasi, menurut pendapat saya beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya penyalahgunaan teknologi sistem informasi diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Adanya niat

Didunia teknologi yang tidak mengenal batas ruang dan waktu seperti sekarang ini, yang menentukan apakah pengguna teknologi sistem informasi akan menjadi orang jahat atau baik adalah pengguna teknologi sistem informasi itu sendiri. Apakah akan menyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi atau tidak bergantung pada niat didalam diri sendiri.

  • Kepentingan orang atau kelompok tersebut

Kepentingan atau tujuan yang hendak dicapai. Beberapa orang akan melakukan cara apapun bahkan “menempuh jalan pintas” dalam mencapai tujuan mereka walaupun dengan menyalahgunakan fasilitas teknologi sistem informasi.

  • Kesempatan

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Kesempatan dalam penyalahgunakan fasilitas teknologi sistem informasi disini contohnya adalah kurangnya pengawasan dan regulasi untuk konten-konten tertentu dari regulator teknologi informasi sendiri.

Cara menanggulangi penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi

  • Pengendalian akses
    Pengendalian akses dapat dicapai dengan tiga langkah, yaitu:

a) Identifikasi pemakai (user identification).
Mula-mula pemakai mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya, seperti kata sandi atau password. Identifikasi tersebut dapat mencakup lokasi pemakai, seperti titik masuk jaringan dan hak akses telepon.

b) Pembuktian keaslian pemakai (user authentication).
Setelah melewati identifikasi pertama, pemakai dapat membuktikan hak akses dengan menyediakan sesuatu yang ia punya, seperti kartu id (smart card, token dan identification chip), tanda tangan, suara atau pola ucapan.

c) Otorisasi pemakai (user authorization).
Setelah melewati pemeriksaan identifikasi dan pembuktian keaslian, maka orang tersebut dapat diberi hak wewenang untuk mengakses dan melakukan perubahan dari suatu file atau data.

  • Memantau adanya serangan pada sistem
    Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya penyusup yang masuk kedalam sistem (intruder) atau adanya serangan (attack) dari hacker. sistem ini biasa disebut “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu admin melalui e-mail atau melalui mekanisme lain. Terdapat berbagai cara untuk memantau adanya penyusup. Ada yang bersifat aktif dan pasif. IDS cara yang pasif misalnya dengan melakukan pemantauan pada logfile.
  • Penggunaan enkripsi
    Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan sistem yaitu dengan menggunakan teknologi enkripsi data. Data-data yang dikirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak berhak.

Salah satu kasus yang terjadi berkaitan dengan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi

Contoh kasus :

“”Orang jahat selalu mencari jalan berbuat kejahatan. Salah satunya memanfaatkan kelemahan sistem perbankan untuk membobol rekening. Kejadian ini dialami Abdul Rahman warga Pontianak. Uangnya sebesar Rp 51 juta yang baru disetor di sebuah Bank BUMN besar raib, dan hanya tersisa Rp 125 ribu.

Rahman sadar rekeningnya terkuras saat mencoba belanja di sebuah toko. Saat menggesek kartu debet miliknya, ternyata saldo tak mencukupi. Rahman kemudian pergi ke bank mengecek rekeningnya, dan ternyata sudah dikuras. Pihak bank pun tak bisa berbuat banyak saat Rahman mengajukan komplain. Hingga akhirnya dia melapor ke polisi.””
Tanggapan saya akan kasus diatas :

Sebagai korban sudah mengambil langkah yang benar, yaitu dengan mengecek ke bank bersangkutan dan karena tidak ada tanggapan yang memuaskan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Ada baiknya pihak baik lebih meningkatkan keamanan data nasabahnya agar pihak nasabah tidak dirugikan seperti itu. Bagi tersangka, agar dapat diproses hukum seadil-adilnya sehingga kejahatan seperti ini tidak terjadi kembali.

Sumber : http://www.harborcollege.org/teknik-membaca-cepat-untuk-siswa-sd-agar-mudah-diingat/