Arti Salam Pancasila dan Makna Lagu Indonesia Raya

Arti Salam Pancasila dan Makna Lagu Indonesia Raya

Pengertian Salam Pancasila

Pada saat memenuhi acara Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP, bapak Yudi Latif menyatakan tentang apa yang dinamakan sebagai ”Salam Pancasila”.

Berdasarkan keterangan dari beliau menekankan bilamana salam Pancasila bukanlah sesuatu yang dia reka sendiri. Salam Pancasila ialah praktek yang sebelumnya paling umum dilaksanakan oleh figur nasionalis. Sebagai misal bapak Yudi Latif merujuk pada praktek saling sapa yang dilaksanakan oleh pasangan Soekarno-Hatta saat mereka selesai mengucapkan proklamasi kebebasan Indonesia di hadapan semua pendukungnya.

Makna Lagu Indonesia Raya

Kemudian bapak Yudi Latif mengucapkan makna atas lagu Indonesia Raya. Menurutnya, Indonesia Raya versi menyeluruh terdiri dari tiga Stanza. Ketiga stanza itu menurutnya dapat merefleksikan peta perjalanan Indonesia sebagai suatu peta.

Dalam Stanza I, ditetapkan syarat kesatu untuk peradaban negara kita dilafalkan pada kata “Indonesia Bersatu”. Langkah selanjutnya ialah mewujudkan “Indonesia Bahagia” sebagaimana pada lirik Stanza II yang bakal mewujudkan “Indonesia Abadi” sebagaimana dalam Stanza III.

Beliau melanjutkan presentasinya dengan menguraikan dalil mengapa persatuan ialah unsur utama dalam pembentukan Indonesia.

Berdasarkan sosio-biologi, insan mempunyai 90% sifat simpanse yang egois dan 10% sifat lebah yang groupish. Namun demikian, sisi paradoksnya ialah bahwa insan tidak bisa sendirian dalam memenuhi keperluan pribadinya sendiri. Sifat alamiah itu adalahkelanjutan dari perubahan kesatu, the survival of the fittest, yang mana kumpulan dengan ikatan yang lebih erat bakal mengalahkan kumpulan dengan ikatan yang lebih longgar. Itulah kenapa menurut keterangan dari Mohammad Hatta, Wakil Presiden kesatu di negeri ini, guna dapat memimpin Indonesia mesti mempunyai mental dan rohani seluas distrik Indonesia.

Fakta Historis, Geologis, dan Genetik Bangsa Indonesia

Bapak Yudi latif menekankan kesatuan nasional sebagai aspek yang tidak dapat ditawar. Beliau yakin bahwa Indonesia sudah mempunyai modal yang lumayan untuk mencapainya. Untuk menyokong argument tersebut, beliau merujuk pada pelbagai fakta baik tersebut historis, geologis, ataupun genetik.

Beliau melanjutkan pelajaran dengan menguraikan bahwa Indonesia dulunya adalahdaratan yang tergabung dalam 2 daratan luas yakni dataran Sunda Land dan dataran Australia. Dataran Sunda Land mencakup Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan sementara dataran Australia mencakup Pulau Papua, Kepulauan Maluku, dan Pulau Nusa Tenggara. Sedangkan Pulau Sulawesi adalahdaratan penghubung antara dataran Sunda Land dan dataran Australia.

Kemudian beliau melanjutkan dengan menjelaskan tentang asal-usul ras yang terdapat di Indonesia. Bahwa ras kesatu yang masuk ke Indonesia ialah ras Papua Melanosoid yang berasal dari benua Afrika. Ketika bumi merasakan pemanasan dan es mencair, ras tersebut menggali wilayah yang agak hangat di garis ekuator sampai-sampai tiba di distrik Indonesia. Ras itu menetap di distrik daratan Papua. Sebagian dari mereka lantas bermigrasi lagi ke wilayah Asia Tengah untuk lantas turun lagi ke distrik Indonesia Barat melewati wilayah Malaysia. Sehingga pada dasarnya, ras-ras yang terdapat di Indonesia kini mempunyai nenek moyang yang sama.

Sumber : https://www.tuugo.biz/Redirect?nextPage=https://www.pelajaran.co.id