Bagaimama STEAM Education Dapat Membantu Anak Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Bagaimama STEAM Education Dapat Membantu Anak Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Bagaimama STEAM Education Dapat Membantu Anak Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Bagaimama STEAM Education Dapat Membantu Anak Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Memasuki era digital tantangan yang dihadapi masyarakat kian kompleks. Tak terkecuali di sektor pendidikan. Pesatnya perkembangan zaman membuat sistem pendidikan terus mengalami perubahan.

Itu pula yang dilakukan Sampoerna Academy. Mereka kini tengah fokus

mengadopsi metode STEM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematic) Education.

Ahlam A. Khaku, Koordinator Sains Sampoerna Academy mengatakan,
STEAM Education memperkuat empat komponen penting yang disebut 4C, Kreativitas, Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi.

“Keterampilan penting ini memungkinkan anak-anak untuk memecahkan masalah yang akan muncul dan mendorong mereka untuk menjadi inovator masa depan, kata dia melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/4).
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari …
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Hilangkan parasit bau mulut dengan hanya 5 menit sehari
Solusi untuk membantu mulut tidak lagi berbau … Coba sekarang
SAMSUNG S9 dengan total hanya Rp. 2.150.000 ! Buruan, jangan sampai kehabisan!
Copy Smartphone terbaik tahun ini sudah bisa Anda dapatkan.

Ahlam memaparkan bahwa filosofi STEAM Education sejatinya menitikberatkan

tentang bagaimana pendidik – termasuk orang tua – di semua tingkatan, bisa membantu para siswa mengintegrasikan dan menerapkan pengetahuan lintas disiplin, Termasuk mendorong mereka untuk berpikir dengan cara yang lebih terhubung dan holistik. Dan ini sangat krusial, jelas Ahlam.

Lalua mengapa STEAM Education Penting? Menurut Ahlam, pendidikan yang berfokus pada STEAM menyatukan aspek-aspek ini dengan pelajaran langsung dan penuh pemikiran yang sangat efektif dalam melibatkan siswa. Kurikulum berbasis STEAM memberi anak-anak peluang untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang terkait dengan STEAM, dan melihat bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan kita.

Merujuk Georgetown Public Policy Institute, STEAM adalah salah satu bidang

yang paling cepat berkembang di Amerika. Pada tahun 2020, jumlah pekerjaan STEAM diperkirakan telah tumbuh 26 persen.

“Ini adalah pekerjaan kedua yang banyak dibutuhkan dan dicari setelah perawat kesehatan, dan para pekerja STEAM ini pun tumbuh di pesat di Indonesia saat ini, tambah dia.

Bagaimana Sekolah Mengajarkan STEAM?
Ahlam lantas memberikan beberapa contoh tentang bagaimana mata pelajaran STEAM dapat berhasil diintegrasikan ke dalam kelas. Yang pertama melibatkan alat digital.

Dengan SMART Board atau komputer tablet, anak-anak dapat membuat animasi untuk menjelaskan bagaimana hujan, letusan, atau kejadian alami lainnya terjadi pada teman-teman mereka, jelasnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/