Bagaimana Cara Mencegah Obesitas?

Bagaimana Cara Mencegah Obesitas?

Pola santap seimbang memang menjadi kunci penting untuk kesehatan si Kecil. Dengan santap teratur dan bernutrisi lengkap, balita Ibu bakal mempunyai tubuh ideal yang menyokong tumbuh kembangnya. Nah, Ibu barangkali bertanya, kira-kira laksana apa sih pola santap seimbang untuk balita? Tips sebagai berikut mungkin bisa menjadi petunjuk Ibu:

Ukuran porsi santap sekitar 1/2 dari porsi santap orang dewasa.
Biasakan minum jus yang tercipta dari 100% buah pribumi tidak lebih dari 180 ml per hari.
Selalu berikan sayuran dan buah-buahan yang kaya serat.
Biasakan melakukan pembelian makanan selingan dalam ukuran sekali makan.
Jika mesti melakukan pembelian dalam ukuran besar, sajikan pada si Kecil dalam wadah terpisah.
Susun jadwal santap yang tertata (3x santap besar, 2x santap selingan).

Di samping itu, ayo biasakan makan bareng sekeluarga. Cara ini efektif lho supaya Ibu dapat memantau asupan nutrisi yang dikonsumsi si Kecil. Di samping itu, ketika ia kian besar nanti, ia bakal terbiasa dengan variasi ragam menu family yang berimbang. Tak melulu mencegah obesitas, tapi pun efektif menghindari si Kecil menjadi picky eater.

Aktivitas jasmani dan jadwal tidur yang lumayan juga turut berperan menangkal obesitas pada anak. Jika Ibu mungkin beranggapan bahwa istirahat terlalu tidak sedikit dapat menambah risiko obesitas, urusan ini malah kurang tepat. Riset sebanyak pakar gizi malah menunjukkan bahwa tidak cukup tidur dapat menambah risiko obesitas. Alasannya, sebab metabolisme anak menjadi terganggu dan menciptakan anak lebih suka mengemil.

Sejak kecil, biasakan anak guna untuk bermain bareng teman-temannya sampai-sampai ia tetap aktif bergerak. Batasi masa-masa di depan TV atau bermain game elektronik/komputer yang ingin membuat anak malas guna aktif bergerak.

Saat si Kecil berusia 1-5 tahun, sangat dianjurkan untuk melakukan kegiatan fisik sekitar total 3 jam masing-masing hari. Bisa berlangsung pagi, main bola, petak umpet, meloncati bebatuan, dan lainnya. Tapi, kerjakan secara bertahap ya, Bu. Jangan langsung memberinya kegiatan fisik sekitar 3 jam supaya si Kecil pun tidak kelelahan. Berikut ini sejumlah contoh kegiatan fisik yang bisa Ibu jajaki lakukan bareng si Kecil sesuai keperluan usianya.

Anak Usia 1-3 Tahun
Anak disarankan untuk aktif bergerak lewat permainan-permainan fisik, tergolong gerakan berlari, melompat, dan memanjat. Mereka pun mulai dapat diajar untuk mengerjakan gerakan motorik laksana menendang, menangkap, melempar, memukul, dan berguling-guling. Anda pun dapat menyuruh anak guna menari bersama supaya dia tidak bosan.

Anak Usia 3-5 Tahun
Di umur ini, anak sudah dapat melakukan tidak sedikit aktivitas. Di samping aktivitas-aktivitas laksana anak umur 1-3 tahun di atas, Anda telah mulai dapat mengajarinya beraktivitas jasmani yang mengajar kestabilan dan keterampilan mengontrol gerakan laksana naik sepeda. Ajak si Kecil ke taman bermain supaya dia dapat beraktivitas jasmani sekaligus belajar bersosialisasi dengan teman-teman seusianya.

Jika Ibu teratur melakukan kegiatan fisik tersebut bareng si Kecil, tak terasa Ibu sebenarnya pun sudah ikut mengerjakan olahraga ringan.

Sumber : http://www.gizoogle.net/tranzizzle.php?search=www.pelajaran.co.id/