Biografi Carolus Linnaeus : Ahli Taksonomi Swedia

Biografi Carolus Linnaeus : Ahli Taksonomi Swedia

Biografi Carolus Linnaeus

Carolus Linnaeus (1707 – 1778) adalah seorang ahli taksonomi dan botani berkebangsaan Swedia. Dia adalah orang yang memperkenalkan cara pemberian nama dan pengklasifikasian makhluk hidup. Linnaeus (nama aslinya Carl Von Linne yang dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus) telah menghabiskan masa kecilnya dengan mengumpulkan aneka tumbuhan dan hewan, sebelum ia belajar hingga meraih doktor pada Universitas Uppsala.
Pada tahun 1741, Linnaeus diangkat menjadi profesor di bidang kedokteran dan botani pada universitas yang sama. Ia juga menghabiskan sebagain waktunya untuk belajar ekologi dan penyebaran tumbuhan. Linnaeus telah mempelajari hampir 8.000 spesies tumbuhan dan 4.000 spesies hewan, dengan memberikan nama ilmiah dalam dua kata. Misalnya, ia menamai serigala liar Canis lupus dan serigala yang mirip anjing Canis aureus. Canis adalah nama genus yang dimiliki hewan dan lupus atau aureus merupakan nama spesifik yang menunjukkan hubungan antar anggota.
Klasifikasi modern dimulai pada tahun 1758, yakni ketika C. Linnaeus mempublikasikan bukunya berjudul Systema Naturae, edisi ke-10. Jika dalam edisi sebelumnya Linnaeus menggunakan sistem banyak suku nama (polinomial sistem) maka dalam edisi ke-10 ini ia memperkenalkan sistem dua suku nama.
Menurut Linnaeus, spesies merupakan unit dasar dari klasifikasi. Spesies diartikan sebagai sebuah populasi dari makhluk hidup yang mampu melakukan perkawinan secara alami antar sesamanya (interbreding) dan menghasilkan keturunan yang fertil. Selanjutnya, setiap spesies yang ditemukannya dilengkapi dengan pemberian nama dengan menggunakan bahasa Latin atau dilatinkan. Sistem pemberian nama spesies tersebut dikenal dengan istilah binomial nomenklatur.
Dalam menyusun klasifikasinya, Linnaeus sangat memperhatikan urutan atau tingkatan kelompok makhluk hidup. Ia mengelompokkan hewan dan tumbuhan menurut spesies, genus, famili, ordo, dan kelas. Setiap kelas ditempatkan ke dalam filum atau divisi. Selanjutnya beberapa filum atau divisi ditempatkan lagi pada urutan tertinggi yang disebut kingdom atau kerajaan, atau dunia. Dalam penyusunan klasifikasinya, Linnaeus juga memfokuskan perhatiannya pada sistem alat perkembangbiakan makhluk hidup. Misalnya, pada tumbuhan berdasarkan warna bunga, bentuk bunga, banyak benang sari, dan bentuk putik. Itulah sebabnya sistem klasifikasi yang ia kemukakan disebut juga “sistem klasifikasi seksual”.