Cara Memanfaatkan dan Melatih Kecerdasan Emosional

Cara Memanfaatkan dan Melatih Kecerdasan Emosional – Menurut John D. Mayer dari University of New Hampshire, kecerdasan emosional adalah kemampuan buat memikirkan & memakai emosi untuk meningkatkan akal budi.

Kecerdasan emosi mengacu pada kemampuan buat mengenali makna-makna emosi & hubungan-hubungannya, serta menggunakannya sebagai dasar penalaran dan pemecahan masalah. Oleh karenanya, emosi dipakai buat menaikkan kegiatan kognitif.

Memanfaatkan Kecerdasan Emosional

Dalam artikel berjudul “Emotional Intelligence” , Peter Salovey dan John D. Mayer menulis bahwa suasana hati dan emosi secara sistematis mampu berguna dalam pemecahan perkara.

“Pertama, perubahan emosi dapat memfasilitasi pembentukan beberapa planning masa depan. Kedua, emosi positif dapat mengganti organisasi memori sehingga materi kognitif lebih terintegrasi & majemuk ide dilihat lebih terkait,” kata Salovey & Mayer.

Selain itu, mereka jua berpandangan bahwa emosi dapat membantu mereka keluar berdasarkan sebuah proses dan fokus pada kebutuhan yang lebih mendesak, dan yg terakhir, emosi bisa digunakan untuk membantu kinerja dalam tugas kecerdasan yang kompleks.

Mood juga tak kalah krusial. Menurut mereka, mood positif akan berdampak positif pada pemecahan perkara kreatif. Seorang individu menggunakan suasana hati yg positif lebih mungkin memilah kasus.

Melatih Kecerdasan Emosional

Jika memang kecerdasan emosional krusial, bagaimana cara melatihnya? Psikolog Bradley Busch pernah menulis artikel berjudul “Emotional Intelligence: Why It Matters and How to Teach It” yang diterbitkan The Guardian. Ia menampakan cara mengasah kecerdasan emosional pada sekolah, pada antaranya mengajarkan anak menjadi pendengar aktif.

“Kemampuan mendengarkan aktif merupakan bagian krusial dari membantu menciptakan komunikasi dua arah yang sejati dan itu jauh lebih berdasarkan sekedar memperhatikan,” kata Busch.

Dengan mengajak anak sebagai pendengar aktif, mereka akan terlibat pada dialog dan dapat menanggapi orang lain melalui bahasa tubuh mereka, imbuhnya.

Selain itu, sekolah juga sanggup mengajarkan anak kosakata untuk mengungkapkan perasaan mereka agar siswa bisa tahu disparitas makna seperti sedih, kecewa, dan kesal.

“Cara sederhana buat memperkenalkan ini kepada siswa merupakan memainkan permainan alfabet pada kelas. Anda melihat berapa banyak emosi tidak selaras yg bisa anda peroleh buat setiap huruf pada alfabet . Setelah itu, diskusikan perbedaan pada antara masing-masing, apa yang mungkin mendorong emosi, dan bagaimana siswa bisa merespons secara eksklusif,” tutur Busch.

Meningkatkan kecerdasan emosional anak jua sanggup dilakukan menggunakan membuatkan kesadaran diri mereka. Tujuannya: saat bertemu orang lain, anak tak membiarkan citra diri yg terlalu tinggi mempengaruhi perilaku & interaksi sosial. Anak juga perlu diajarkan untuk berempati waktu sedang bersama orang lain.

Empati adalah kemampuan buat mengambil perspektif orang lain tanpa menghakimi, mengenali emosi mereka, & mampu mengungkapkan perspektif kembali. Merefleksikan pulang perspektif orang lain membantu orang lain merasa dipahami dan mampu meningkatkan dukungan.

Sumber: sekolahan.co.id/