Cara Unik Kampanye Hidup Bersih di Sekolah: Kelas Kotor Dapat Bendera

Cara Unik Kampanye Hidup Bersih di Sekolah: Kelas Kotor Dapat Bendera

Cara Unik Kampanye Hidup Bersih di Sekolah Kelas Kotor Dapat Bendera
Cara Unik Kampanye Hidup Bersih di Sekolah Kelas Kotor Dapat Bendera

Penanam hidup bersih dan sehat memang harus ditanamkan sejak usia sekolah dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Di Kabupaten Solok terdapat sebuah sekolah yang terus mengkampanyekan hidup bersih dan sehat. Semua itu dilakukan demi keasrian lingkungan.

Hal itu dilakukan oleh siswa SMPN 2 Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Berada di jalan lintas kota antar provinsi, membuat pihak sekolah SMP 2 Gunung Talang mencari akal yang pas, agar sekolahnya terlihat asri. Apalagi dilintas oleh masyarakat di dalam maupun luar kota.

Saat dikunjungi Padang Ekspres (Jawa Pos Group), sekolah tersebut terlihat dipenuhi bunga-bunga serta pot terbuat dari botol plastik bekas. Pot itu sepertinya hasil daur ulang. Gazebo untuk tempat duduk siswa yang ingin menikmati jeda saat jam istirahat.

Kepala SMPN 2 Gunung Talang, Erfimarnis, menyebutkan, seluruh siswanya sudah terbiasa mendaur ulang barang bekas agar bernilai ekonomis. Tak hanya itu, siswa diajak lebih kreatif dengan menemukan sejumlah penemuan baru dari barang bekas. Seperti pemanfaatan barang-barang bekas plastik dan botol menjadi minyak.

”Tapi untuk saat ini, kami belum bisa mengetahui pasti jenis minyak yang dihasilkan. Dari kasat mata terlihat seperti minyak tanah karena tidak bergas,” ujar Erfimarnis seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Di samping mengajak siswa mendaur ulang barang bekas, sekolah ini juga memiliki kurikulum lingkungan hidup. Setiap guru mata pelajaran diwajibkan mengangkat satu topik selama satu jam pelajaran yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

Seperti mengolah sampah, memanfaatkan barang bekas, menumbuhkembangkan tanaman di lingkungan sekitar, merawat tanaman, membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan.

Tak salah SMP 2 Gunung Talang diganjar anugerah Adiwiyata Mandiri. Yaitu penghargaan lingkungan

tingkat nasional. Kini pihak sekolah juga menunjuk Duta Adiwiyata. Duta adiwiyata ini terdiri dari, duta lingkungan, budaya, ramah lingkungan, antipolusi dan antisampah. Para duta ini dipilih dari siswa-siswa yang mampu menjadi teladan bagi temannya dan mampu mengajak temannya peduli lingkungan. ”Kami bertekat, bisa lanjut ke tahap Adiwiyata tingkat ASEAN dan Internasional,” ucapnya.

Untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri, ada tahapan yang harus dilalui. Di antaranya, sekolah harus ikut Adiwiyata antar-kabupaten/ kota. Jika lolos, lanjut tahap berikutnya. Jika di tingkat provinsi lolos, maka maju ke Adiwiyata Nasional. Selama 2 tahun akan diproses menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri.

Sementara itu, Duta Adiwiyata SMPN 2 Gunung Talang, Sonya Dini menambahkan delapan duta yang terpilih dan dipercayakan sekolah melakukan sosialisasi kepada setiap kelas.

Selain itu, dilakukan perlombaan kelas bersih dengan pemantauan kebersihannya setiap 2 kali seminggu.

Tim pemantau langsung dari delapan orang duta Adiwiyata.

Pemenang lomba akan diumumkan setiap semester atau saat penerimaan lapor. Jika kelas dinilai kotor, maka kelas akan mendapatkan bendera hitam dan akan mendapatkan bendera hijau jika kelasnya bersih. Bagi kelas yang mendapatkan bendera hitam suatu hal yang memalukan.

”Kelas yang diberi bendera hijau akan mendapatkan reward berupa uang sebesar Rp 500 ribu. Uang tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan kelas. Seperti jam dinding, sapu, pel lantai dan lainnya,” tukasnya.

Ketua Osis SMP N 2 Gunung Talang, Leona Agudina Wijanarka menyebutkan, dengan adanya kurikulum lingkungan hidup membuat setiap siswanya menjadi lebih paham bagaimana menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768