Contoh tujuan pembelajaran

Contoh tujuan pembelajaran

Contoh tujuan pembelajaran

a.      Murid dapat menyanyikan lagu dengan nada yang tepat.

Tujuan tersebut mengamanatkan penekanan pembelajaran pada kemampuan murid untuk menyanyikan(psikomotor) lagu secara benar terlebih dahulu.
b.     Murid dapat bertepuk menurut pulsa sambil menyanyikan lagu model “cicak-cicak di dinding”.
Tujuan ini juga menekankan pada kemampuan anak mengembangkan ketrampilan gerak dan rasa irama”.
c.      Murid dapat bertepuk menurut ayunan birama dua sambil menyanyikan lagu model yang sudah dikuasai.
Tujuan ini menekankan kemampuan pertepuk dengan memperhatikan tekanan pada interval berat.
d. Murid dapat bertepuk menurut ayunan birama tiga sambil menyanyikan lagu model Amelia.
e. Murid dapat bertepuk menurutayunan birama empat sambil menyanyikan lagu model Selamat Ulang Tahun.
f. Murid dapat menentukan birama lagu yang didengar .
Tujuan keenam ini dirancang agar murid akhirnya memiliki rasa irama dengan memperbandingkan berbagai tekanan pada berbagai lagudengan birama berbeda. Tujuan ini dapat tercapai jika anak memangtelah dikembangkan rasa iramanya.
g. Murid menyatakan dinamik lagu.
Tujuan ini sudah mengarah ke apresiasi anak pada lagu-lagu tertentu.
Anak yang berada pada lingkungan klasikal, akan mudah lebih tumbuh rasa musiknya dibanding anak yang tinggal pada masyarakat atau keluarga yang awam. Hal ini terjadi pengalaman anak telah teridentifikasi dan kadang terinternalisasi dalam dirinya, sehingga akan mempengarui sikap dan perilakunya. Pengalaman mendengar, meniru akan memberikan kemampuan pada anak dalam bernyanyi. Pembelajaran yang dimulai dengan bernyanyi menimbulkan rasa senang anak dan segera diikutinya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran musik disekolah dasar dengan baik, guru paling tidak harus memiliki pengetahuanbagaimana membelajarkanmusik pada anak SD, memiliki rasa suka pada musik, kemauan untuk mengajarkan pada anak, pemahaman bahwa pembelajaranmusik mengutamakan tumbuhnya rasa musik, meliputi : rasa irama, rasa nada, harmonisasi, kesukaan , penghayatan musik.
Musik bukan pengetahuan yang bersifat ingatan walaupun tidak berarti tidak memerlukan pengetahuan, tetapi lebih pada pengembangan ketrampilan dan tumbuhnya rasa mengutamakan keterampilan dan tumbuhnya ras, konsekuensinya guru harus berorientasi praktis, artinya memberikan kesempatan pada anak untuk belajar secara nyata, langsung, dan bermakna yang dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan rasa suka tanpa paksaan.
Untuk mewujudkan interaksi belajar musik yang memberi pengalaman, keterampilan, dan tumbuh rasa musik, persyaratan yang harus dimiliki seorang guru sekolah dasar adalah sebagai berikut :
1)  Pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam musik, sehingga tidak mengalami hambatan pemahaman materi musik yang diajarkan.
2)  Memiliki pengetahuan dan pandangan tentang sifat dan hakikat musik, sifat dan hakikat proses belajar musik, serta sifat dan hakikat pembelajaran musik.
3)  Memiliki pengetahuan dan keterampilan bernyanyi dengan menggunakan teknik bernyanyi yang benar.
4)  Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memainkan alat-alat yang digunakan dalam pembelajaran musik.
5)  Memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan berbagai macam metode penyajian dalam penyajian musik.
6)  Pengetahuan mengadakan tes prasyarat agar diketahuisecara pasti dari manakah pembelajaran musik dimulai.
7)  Pengetahuan dan kemampuan memilih lagu atau komposisi model yang digunakan untuk mengajar, disamping kemauan untuk menerima berbagai masukan dari murid, guru juga harus memiliki kemampuan memilih lagu model yang berisi unsur-unsur musik yang akan diajarkan.
8)  Pengetahuan dan kemampuan memilih serta menggunakan sarana dan media untuk mengajar musik. Guru dapat memanfaatkan berbagai media, misalnya: buku-buku, gambar-gambar, kaset, radio, televisi dalam pembelajaran musik.
9)  Kemampuan menyampaikan bahan pembelajaran melalui pengalaman musik.
10)   Memilih strategi pembelajaran yang sesuai kondisi kelas.
11)    Pengetahuan dan kemauan evaluasi belajar anak.