DAMPAK DIN-I-ILAHI

DAMPAK DIN-I-ILAHI

Sultan Akbar tidak memaksakan gagasannya tentang Din-i-Ilahi kepada siapapun. Akan tetapi dia berusaha menyebarkannya kepada kalangan pejabat kerajaan.

Mereka berjumlah 18 orang dimana 17 orang beragama Islam dan 1 orang beragama Hindu. Mereka adalah :

1. Abul Fazl (sekretaris kerajaan sekaligus sekretaris Din-i-Ilahi)
2. Fauzi (saudara Abul Fazl, penyair istana)
3. Syekh Mubarak (ayah Abu Fazl dan Fauzi)
4. Ja’far Beg Adat Khan (sejarawan dan penyair)
5. Qasim-i Kahi (penyair)
6. ‘Abdus Salam (pelukis dan penyair istana)
7. A’z Khan Koka
8. Milla Shah Muhammad (sejarawan)
9. Sufi Ahmad
10.Sadr Jahan (Mufti kerajaan) dan 2 orang anaknya.
11. Mir Sharif
12. Sultan Khwaja (pejabat agama)
13. Mirza Jani (pemimpin Thathah)
14. Tapi (penyair dan komandan 200 pasukan berkuda)
15. Syaikhzada Gosala
16. Bir Bar (berasal dari agama Hindu)
Selama diberlakukannya Din-i-Ilahi, kalangan non muslim diikutsertakan dalam semua kegiatan diskusi yang dilakukan di Ibadat Khana. Hal ini memicu timbulnya pemberontakan di Jaunpur pada tahun 1579. Selanjutnya dengan adanya pembaharuan agama itu sebagai akibat dari pertentangan kaum ulama Sunni sendiri dan sebagai upaya untuk menarik hati rakyat India yang mayoritas beragama Hindu, terjadi pula pemberontakan di Bihar yang menyebar hingga ke Benggala dan Kabul tahun 1579.
Muncul pula sosok Syekh Ahmad yang memberikan kritik terhadap pelaksanaan Din-i-Ilahi secara halus. Dalam surat-suratnya kepada Syekh Farid (ulama terdekat dengan Sultan Akbar) ia selalu menyuarakan ajaran-ajaran Islam pada umumnya, figur Nabi Muhammad saw sebagai panutan terbaik, peringatan tentang ulama duniawi, dan perhatian yang diberikan oleh Sultan Akbar kepada orang-orang Hindu telah menyebabkan mereka berani. Ketika Sultan Akbar wafat dan Jahangir naik tahta, Syekh Ahmad memahami bahwa itulah saat yang tepat untuk mengembalikan Islam dan kaum muslimin kepada posisi yang telah mereka miliki semula. Syekh Farid sendiri pun bertindak sesuai dengan nasihat yang diberikan oleh Syekh Ahmad sehingga mampu mengubah Jahangir menjadi seorang muslim Sunni. Kedua reaksi ini berhasil secara meyakinkan dengan bukti keluarnya dekrit dari Jahangir bahwa dia bersedia menjadi pembela kaum ortodoks Sunni.

Recent Post