Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga kerja

Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga kerja

Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga kerja

Indonesia saat ini memilliki tiga persoalan

seputar ketenagakerjaan. Tiga persoalan utama seputar tenaga kerja ang terjadi dalam negeri antara lain kesempatan kerja yang terbatas, rendahnya kuallitas angkatan kerja dan tingginya tingkat pengangguran. Terbatasnya kesempatan kerja membuat belum tertampungnya seluruh pencari kerja yang ada, baik  yang baru menyelesaikan pendidikan, pengggran dan yang ingin bekerja kembali. Padahal, pasal 27 ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa seluruh warga negara Indonesia, selayaknya dijmin haknya atas pekerjaan dan penghidpan yang layak bagi sebagian masyarakat Indonesia masih terus menjadi persoalan mendasar.

Strateegi pebangunan ekonomi dan investasi di Indonesia, yang mengejar pertumbuhan ekonomi berbasis modal, ternyata belum mampu mengatasi maslah kesempatan kerja, pengangguran dan kemisinan. Terkait dengan masalah itu, karena Indonesia adalah negara yang perekonomiannya memiliki kelebihan tenaga kerja (labor surplus economic). Sehingga pertuumbuhan ekonomi tidak serta mert berdampak secara signifikan mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Masalah perekonomian yang dihadapi bkan hanya menyangkt maslah pekerjaan dan penghidupan yang  layak, yang tercermin pada tingkat pengangguran dan kekmiskinan yang tinggi. Akan tetapi, maslah kompleks lainnya terletak pada tingkat setengah pengangguran yang tinggi, struktur lapangan kerja dan status pekerjaan yang didominasi oleh sektor informal, tingkat upah dan penghasilan yang reelatif renda terhadap kebutuan hidup yang layak, maslah kompetensi dan produktivitas yang kurang dapat bersaing dan masalah ketenagakerjaan lainnya yang saling kait mengkait.

Masalah ketenagakerjaan mempunyai kaitan yang luas dengan penciptaan iklim usaha, keamanan, kestabilan, kebijakan dan peraturan perundangan. Baik tingkat lokal maupun nasional. Hal-hal tersebut dapat menjadi fakor pendorong atau penhambat proses produki barang dan jasa termasuk spply dan distribusi, serta bagi minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesa.

Situasi ketenagakerjaan di Indonesia selama ini dihadapkan pada berbagai ketidakseimbangan. Bebrapa ketidak seimbangan tersebut yaitu:

  1. Ketidakseimbangan secara umum antara penyedian lapanagan kerja dan kebtuhan lapangan kerja.
  2. Kekurangseimbangan struktur dalam lapanga kerja
  3. Kekurangseimbangan antara kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik  dan penyedian tenaga terdidik.
  4. Kecenderungan semakin meningkatnya peranan dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh strukturangkatan kerja Indonesia
  5. Ekurangseimbangan antar daerah dalam penyediaaan dan pemanfaatan tenaga kerja Indonesia, kelebihan tenaga kerja di satu provinsi tidak terdistribusi keprovinsi lain yang membutuhkan tenaga kerja.

Rendahnya kualitas SDM terutama disebabkan oleh sitem pendidikan dan pelatihan yang lebih berorientasi pada supply driven sehingga terjadi kesenjangan (gap) dan ketidakcocokan ( mis-matching) antara penawaran (supply) dengan permintaan (dimand) yang berdampak pada rendanya produktifitas dan terjadinya pengangguran. Harusnya SDM yang ada bisa memnuhi dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Untuk menghindari krisis ekonomi yang berdampak pada sektor tenaga kerja harus pula di minimalisir dan dihindari kebijakan publik dalam penjualan aset negara. Sering datangnya krisis ekonomi ynga dialami indonesia di penghujung tahun 1990-an, maka persoalan berkaitan dengan turunnnya produktifitas bangsa pun menyeruak. Persoalan pokok berkaitan dengan hal ini  adalah rendahnya kinerja dari asset seperti BUMN dan miskinnya kekuatan anggaran negara yang dimiliki bangsa ini. Problem seperti  ini sesungguhnya dialami oleh banyak negara dikawasan krisis pada masa itu. Hanbya yang menjadi perbedaan adalah pemerintah Indonesia lebih senang mencari solusi yang instant dan berwawasan pendek.


Baca Juga :