Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor Produksi Tenaga Kerja
Faktor Produksi Tenaga Kerja

Dalam ilmu ekonomi, faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).
2.2 Modal Sumber Daya Manusia
Arus investasi yang masuk dari beberapa negara kawasan Asia Timur tidak hanya sekedar membawa masuk modal dan teknologi, tetapi sekaligus para investor memboyong tenaga kerja lintas kawasan atau memanfaatkan tenaga kerja lokal yang dipandang murah dan berkualitas.
Diketahui, hingga kini keunggulan komperatif (comparative advantage) kita masih mengandalkan kekuatan konvensional dengan tenaga kerja yang murah, karena membludaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita, namun tingkat kompetisi TKI yang sangat lemah.
Indonesia sebagai salah satu negara yang turut ambil bagian dalam skenario liberalisasi perdagangan telah memanfaatkan banyak peluang, yaitu tidak saja memperluas ekspor berbagai jenis barang, tetapi juga ekspor berbagai jenis jasa, termasuk jasa pengiriman TKI. Melimpahnya angkatan kerja Indonesia merupakan keunggulan yang dapat diberdayakan untuk meraih manfaat pada era liberalisasi.
Memang disadari bahwa fenomena pengiriman TKI dengan tingkat keterampilan yang kurang memadai tidak lepas dari struktur angkatan kerja yang relatif didominasi oleh kelompok yang memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah. Sementara, angkatan kerja yang berpendidikan diploma dan kejuruan/politeknik ke atas relatif kecil.
Dalam era industrialisasi dan perdangan bebas, faktor kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu negara merupakan faktor kunci untuk dapat merebut dan memenangkan persaingan di pasar global. Apalagi dengan semakin terbukanya pasar tenaga kerja dunia, mau tidak mau Indonesia harus dapat memperbaiki kualitas SDM, terutama yang dipersiapkan untuk merebut pasar tenaga kerja di luar negeri.
Seiring dengan meningkatnya pengiriman TKI ke luar negeri, secara bersamaan upaya mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) juga meningkat. TKA yang masuk ke Indonesia secara umum memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk TKA jauh lebih besar dibandingkan dengan penerimaan devisa dari jasa TKI ke luar negeri.
Dalam sistem ekonomi yang demikian bebas, dimana persaingan sangat kompetitif, SDM TKI sulit diharapkan untuk keluar sebagai pemenang dalam persaingan global, kecuali memiliki daya kreasi, inovasi, tingkat produktivitas tinggi, dan kemampuan membaca peluang yang baik. Ciri dari tenaga kerja yang memiliki keunggulan adalah mereka yang berpendidikan dan berketerampilan tinggi serta menguasai teknologi. Karakter TKI yang demikian diharapkan mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja di luar negeri.
2.3 Teknologi
Teknologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan perkembangan industri secara umum. Teknologi dapat dirumuskan sebagai penerapan sistematis akal budi kolektif manusia guna mencapai penggunaan atas alam yang lebih besar dan semua proses yang bersifat manusiawi. Berangkat dari hal tersebut, teknologi tidak hanya terbatas dalam peralatan mesin, tetapi juga dalam bentuk lain, seperti organisasi, manajemen, dan informasi.
Dalam arti luas, sudut pandang dan metode-metode pendekatan yang digunakan terhadap teknologi ternyata dapat dilihat dari beberap sudut pandang. Tiga sudut pandang yang membedakan pengertian terhadap teknologi dan pemindahan teknologi adalah sebagai berikut :
1. Teknologi merupakan kegiatan mengubah hasil kerajinan manusia berupa benda yang bersifat fisik.
2. Teknologi merupakan kegiatan manusia untuk mengubah, tidak hanya terbatas pada barang yang bersifat fisik, tetapi juga mencakup barang nonfisik, seperti keterampilan dan manajemen. Sudut pandang ini lebih luas cakupannya.
3. Teknologi tidak hanya merupakan gejala sosio-teknologi, tetapi juga sosi-institusional yang cakupannya lebih luas dan meliputi proses budaya, sosial, dan psikologis.

Sumber : https://uptodown.co.id/