Ini 5 Sekolah Anti Mainstream di Dunia, Mau Belajar di Sana?

Ini 5 Sekolah Anti Mainstream di Dunia, Mau Belajar di Sana?

Ini 5 Sekolah Anti Mainstream di Dunia, Mau Belajar di Sana
Ini 5 Sekolah Anti Mainstream di Dunia, Mau Belajar di Sana

Masih dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh hari ini, Rabu (2/5/2018), Suara.com mencoba merangkum sekolah-sekolah di dunia yang bukan hanya pilu, tapi juga h alias tak biasa dan cenderung nyeleneh.

Penasaran ada sekolah apa saja sih? Berikut rangkumannya:

1. SD dalam Gua

Sebuah SD di Dongzhong dibangun dalam sebuah goa di desa Miao,

Provinsi Guizhou, China. Dongzhong sendiri memiliki arti ‘di dalam gua’.

Guizhou merupakan salah satu provinsi termiskin di China dan hanya mendapatkan sedikit dukungan dana dari pemerintah pusat. Alih-alih menggunakan sumber daya untuk membangun gedung sekolah, masyarakat malah mulai membangun sekolah gua pada 1984 dengan delapan guru dan 186 siswa.

Beberapa siswa menghabiskan hingga enam jam setiap hari untuk melakukan perjalanan ke dan dari sekolah untuk mengeyam pendidikan.

Beberapa penduduk desa sempat khawatir jika izin sekolah akan dicabut. Well, ketakutan mereka terbukti 23 tahun kemudian setelah sekolah tersebut ditutup paksa oleh pihak berwenang China. Seorang juru bicara pemerintah mengatakan bahwa penutupan itu diperlukan karena warga China bukanlah “masyarakat manusia gua.”

2. Sekolah Perahu di Bangladesh

Dua kali setahun, Bangladesh mengalami banjir yang membuat jutaan

warganya tidak memiliki akses pada air bersih, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Hal itu juga tentunya membuat sulit anak-anak untuk bersekolah. Untuk mengatasi tantangan yang disebabkan oleh banjir tahunan, sebuah organisasi nirlaba yang disebut Shidhulai Swanirvar Sangstha muncul dengan solusi yang brilian. Mereka membangun rumah, pusat perawatan kesehatan, dan sekolah yang mengapung di atas air.

Lembaga nonprofit tersebut mengoperasikan hampir 100 sekolah perahu yang dilengkapi tenaga surya, komputer laptop, akses Internet, dan perpustakaan kecil.

Hingga kini, sekolah terapung masih beroperasi dan sekitar 70.000 anak

telah mendapat manfaat dari sekolah-sekolah perahu sejak didirikan pada 2002 lalu.

3. Trabajo Ya

Prostitusi adalah hal yang legal di Spanyol. Hingga hari ini, ada sekitar 200.000 – 400.000 pekerja seks komersial (PSK) di Spanyol.

Sebuah sekolah bernama Trabajo Ya, yang berarti “Bekerjalah Sekarang,” dibuka di Valencia untuk mengajari para PSK trik efektif dari prostitusi. Sekolah ini menawarkan kursus dasar dalam prostitusi profesional dengan keleluasaan maksimum.

Mereka membuat iklan yang menyerukan agar orang-orang mendaftar untuk kelas dan memberitahu bahwa profesi itu akan menguntungkan dan menawarkan pekerjaan instan untuk kedua jenis kelamin.

Pelatihan berlangsung selama satu minggu dan melibatkan kelas dalam teori dan praktik. Siswa pun diberikan pelajaran tentang sejarah dan evolusi prostitusi serta keterampilan dalam berbisnis.

 

Baca Juga :