Ini Reaksi FSGI Soal Materi Ujian Matematika

Ini Reaksi FSGI Soal Materi Ujian Matematika

Ini Reaksi FSGI Soal Materi Ujian Matematika
Ini Reaksi FSGI Soal Materi Ujian Matematika

Sejumlah siswa SMA/MA tengah menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer

(UNBK). Tes tersebut bermaterikan Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Di media sosial, mereka (siswa, red) mengeluhkan sulitnya soal matematika pada UNBK 2019. Keluh kesah itu salah satunya disampaikan di kolom komentar pada unggahan di akun resmi Instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), @kemdikbud.ri. Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, mengakui memang terdapat beberapa pengembangan dari kisikisi UN matematika yang sebelumnya telah diberikan. ”Terkait itu, siswa sih mengeluhkan tahun ini tidak seramai tahun lalu. Soal matematika yang HOTS (High Order Thinking Skills) tahun lalu,” ujarnya. ”Memang ada soal yang kisi-kisinya sedikit. (Maksudnya, red) dikisi-kisinya tidak membahas panjang lebar, namun di soal ujiannya ada pengembangan dari kisi-kisi,” katanya.

Pria yang saat itu menjadi pengawas ujian menceritakan bahwa terdapat

kesalahan teknis terjadi. ”Tahun ini keluhannya yang pertama ada satu yang soalnya salah begitu (jawabannya tidak ada). Akhirnya secara manual pengawas harus memasukkan namanama siswa dan soal yang keliru itu secara online,” ujarnya. Meskipun banyak yang mengeluh, beberapa siswa yang bersekolah di tempat ia mengajar tidak mengalami kesulitan berarti. Menurut Satriwan, FSGI telah berkomunikasi dengan kemendikbud untuk melakukan beberapa pelatihan kepada pengajar di Indonesia. ”FSGI pun tak henti-hentinya meminta kemendikbud memberikan pelatihan penguasaan pembelajaran berbasis HOTS untuk para guru, sehingga didesain pembelajaran yang mendukung HOTS sejak kelas awal.

Jadi, siswa dan guru tidak kaget lagi jika menemukan soal dengan penalaran tingkat tinggi,

” ujarnya. Pelatihan guru tersebut, sambung Satriwan, masih kurang maksimal. Buktinya, guru di Jakarta misalnya belum banyak tersentuh pelatihan-pelatihan tersebut. Termasuk di Batam, Medan, Bengkulu, Garut, Lombok, Mataram dan Bima (berdasarkan laporan jaringan FSGI di daerah tersebut). Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis HOTS merupakan sistem baru yang dimasukkan dalam kurikulum 2013 revisi 2016

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/STBR97L