Kecenderungan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi

Kecenderungan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi

Kecenderungan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi
Kecenderungan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi

Alter (1992) mengemukakan berbagai kecenderungan teknologi yang berkaitan dengan sistem informasi, sebagaimana terlihat pada Tabel berikut. Ada banyak sisi yang mengalami perkembangan dengan cepat, tetapi ada juga yang masih tertinggal.

Tabel  Kecenderungan teknologi terhadap sistem informasi.

  • Peningkatan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik.
  • Ketersediaan informasi dalam bentuk digital semakin banyak.
  • Portabilitas peralatan-peralatan elektronis semakin meningkat.
  • Konektivitas meningkat.
  • Kemudahan pemakaian meningkat.
  • Ketidakmampuan mengotomasikan logika masih berlanjut.

 Perkembangan teknologi di bidang elektronika memang sangat mengagumkan dan tentu saja hal ini memberi dampak pada komputer. Pada awalnya digunakan tabung-tabung hampa (vacuum tube) dan fisik komputer sangat besar. Namun, sejak IC (Integrated Circuit) ditemukan pada tahun 1959, ukuran komputer secara dramatis berubah menjadi kecil. Tak hanya dari segi fisik, kemampuan komputer juga meningkat dengan pesat setiap tahun. Jika pada tahun 1986 komputer XT mem­punyai kecepatan 4,7 Megahertz, pada tahun 2002 Pentium 4 telah men­capai kecepatan mendekati 2 Gigahertz (1 Gigahertz = 1000 Megehertz). Peningkatan kecepatan ini membawa angin segar pada sistem informasi, karena pemrosesan data menjadi informasi dapat ditangani dengan cepat.

Di dalam komputer, setiap jenis data disimpan dalam bentuk data digital. Sebuah bilangan akan disimpan dalam memori dengan nilai yang eksak atau melalui nilai pendekatan. Bilangan bulat dapat dinyatakan secara eksak, tetapi bilangan real disimpan dengan presisi tertentu, misalnya 16 digit. Kini, tak hanya data bilangan atau teks yang dapat di­digitalisasi, melainkan juga suara, gambar, dan video. Teknologi kamera digital telah merebak di pasaran, yang memungkinkan pengambilan gambar dengan muda.h dapat ditransfer ke komputer. Kamera video digital juga telah rnerajalela menyaingi kamera digital analog. Tentu saja, perkernbangara data dalam bentuk digital ini memberikan kontribusi pada – pengembangan sistem inforrmasi yang berbasis multimedia.

Sebagimana diketahui, kecenderungan peralatan-peralatan masa kini relatif berukuran kecil sehingga mudah untuk dibawa (keadaan seperti ini sering disebut dengan istitah portabef). Kamera digital dengan ukisran yang sarna dengan kamera analog atau malah lebih kecil dapat digunakan untuk merekam objek dengan kualitas gambar yang tinggi hingga ratusan buah, yang disimpan pada kartu memori yang berukuran sangat kecil. Sebuah CD-ROM dapat digunakan untuk menyimpan ratusan buku teks. Notebook memungkinkan mereka yang sedang bepergian tetap bisa ber­interaksi dengan komputer, dan bahkan dengan melalui handphonekomu­nikasi data ke tempat lain juga tetap dapat dilakukan, tidak terkendala oleh lokasi.

Kini, konektivitas (kemampuan untuk mengirimkan data di antara peratatan-peralatan berkomputer) tak hanya mencakup area lokal, tetapi juga bisa mencapai ke belahan bumi mana saja. Dengan menggunakan telepon genggam, pengaksesan terhadap surat-surat elektronis (e-mail) dapat dilakukan. Melalui video-konferensi, perbincangan jarak jauh yang disertai dengan wajah-,uajah orang yang sedang bercakap-cakap juga telah dimungkinkan. Teknologi seperti ini dapat digunakan untuk me­lakukan pertemuan organisasi secara virtual yang membicarakan masalah bisnis yang nyata. Dengan demikian, pemerolehan informasi dapat di­lakukan ciari mana saja.

Pengoperasian komputer dari waktu ke waktu cenderung semakin mudah. Jika di masa lalu banyak yang takut menggunakan komputer (karena ada persepsi mengoperasikan komputer itu sulit), kini justru banyak orang yang sangat bergantung kepada komputer. Dengan semakin canggihnya antarmuka manusia clan komputer, orang Knenjadi sangat mudah berinteraksi dengan komputer, tanpa perlu tahu seluk-beluk bahasa komputer yang mendasari operasi komputer. Kernudahan antar­muka komputer clan manusia juga mengilhami perrgimpiesnentasian sistern informasi yang memberikankebebasan pemakai untuk mengatur sendiri format informasi yang diperlukan.

Sayangnya masih ada hal yang tertinggal. Sekalipun disiplin ilmu komputer berkembang dengan pesat (termasuk bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence), sampai saat ini masih sulit untuk menanam­kan logika yang dimiliki manusia ke dalam komputer. Walaupun barang­kali Anda pernah mendengar bahwa pecatur dunia Kasparov pernah dikalahkan oleh program komputer, kecerdasan buatan yang dimiliki oleh komputer masih belum bisa menandingi sepenuhnya kecerdasan alamiah yang dimiliki manusia. Dalam situasi yang tidak diharapkan, manusia sering kali masih bisa menanggapi situasi tersebut dengan tindakan yang tepat, tetapi komputer belum bisa seperti itu. Sekalipun demikian, kontri­busi komputer terhadap implementasi sistem informasi saat ini sudah cukup menggembirakan. Sistem pakar (expert system) merupakan contoh sistem informasi yang berbasis pengetahuan manusia, walaupun masih dalam domain yang terbatas.

Baca Juga :