Kepatuhan Konsumsi ARV Penderita HIV/AIDS Masih Minim

Kepatuhan Konsumsi ARV Penderita HIV/AIDS Masih Minim

Kepatuhan Konsumsi ARV Penderita HIV AIDS Masih Minim
Kepatuhan Konsumsi ARV Penderita HIV AIDS Masih Minim

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, mencatat kepatuhan konsumsi anti retroviral

(ARV) terhadap penderita dengan HIV/AIDS atau ODHA masih minim. Berdasarkan datanya, dari 338 penderita, ada 100 penderita lebih yang tidak mengambil ARV.

Padahal kepatuhan minum ARV itu wajib. Sebab, jika minim mengkonsumsi ARV dikuatirkan malah memperparah kondisi penderita. Sebaliknya, jika rutin minum dapat membuat viral load jadi 0. Atau, virus HIV Aids dalam tubuh tidak bisa menular. Kendati status penderita masih sebagai ODHA.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh

membenarkan adanya 100 lebih ODHA yang tidak mengambil ARV. Menurutnya, hal itu dikarenakan kendala lokasi pengambilan yang terbilang cukup jauh.
Baca Juga:

Operasi Gabungan Temukan PSK Positif HIV di Surabaya
Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Malang Kian Banyak

“Semula untuk pengambilan ARV hanya dilayani di RSUD Ibnu Sina. Namun, karena persoalan itu

, Dinkes mulai 1 Juli 2019 membuka 6 layanan perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP). Jadi mereka bisa mengambil ARV di layanan terdekat. Tidak perlu jauh-jauh lagi,” tuturnya, Kamis (25/7/2019).

Keenam layanan itu diantaranya, Puskesmas Alun-alun, Bungah, Cerme, Driyorejo, Balongpanggang, dan Puskesmas Sidayu. Ummi menambahkan, selain membuka 6 layanan PDP, pihaknya juga menugaskan manager kasus (MK) untuk mendampingi para ODHA ini.

“Ada tiga petugas. Mereka tugasnya ya memberi motivasi hingga bersedia mengambilkan obat agar semangat hidup,” tambahnya.

 

Baca Juga :