Melatih anak menjadi jenius

Melatih anak menjadi jenius

Punya anak yang jenius ialah impian masing-masing orang tua. Banyak teknik dilakukan untuk mengajar anak menjadi jenius. Yang tidak jarang dilakukan ialah mereka jajaki “menciptakan” anak jenius saat dalam kandungan. Cara ini dinamakan Efek Mozart.

Apa tersebut Efek Mozart? Efek Mozart ialah suatu kepercayaan bahwa musik mozart yang diperdengarkan untuk bayi dalam kandungan bakal meningkatkan kepintaran dan intelejensia janin. Bahkan Efek Mozart diandalkan meningkatkan kepintaran pada anak sekolah. Perlu digaris bawahi, melulu karya Mozart yang dapat menyerahkan efek itu dan tidak seluruh musik klasik.

Frances Rauscher, Gordon Shaw, dan Katherine Ky dari Pusat Neurobiologi Pembelajaran dan Memori, mencatat dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam Neuroscience Letter bahwa, “Setelah 36 mahasiswa memperhatikan Sonata (duo piano) K. 448 karya Mozart sekitar 10 menit, mereka sukses mencetak 8 – 9 poin lebih tinggi pada subtes IQ spasial Skala Kecerdasan Stanford-Binet dikomparasikan setelah mereka memperhatikan instruksi relaksasi atau tidak memperhatikan apa-apa. Kegiatan ini hanya dilangsungkan 10-15 menit.”

Kesaksian dan studi di atas adalahsalah satu teknik untuk embuat jenius. Percaya atau tidak, anda kembalikan untuk Anda. Yang hendak kita garis bawahi merupakan, bahwa jenius pun dapat dijangkau melalui cara-cara yang masuk akal dan logis.

Otak manusia ialah komputer paling modern di dunia. Jika diserupakan dengan memory komputer, maka keterampilan otak kita ialah 1.000.000 GigaBtye! Tetapi, secara umum manusia melulu menggunakan 1% dari keterampilan otaknya. Berdasarkan keterangan dari penelitian, andai manusia dapat memakai otaknya sampai 10%, maka dia dapat menjadi profesor di 8 bidang yang bertolak belakang serta menguasai 15 bahasa dalam masa-masa singkat. Luar biasa!

Bagaimana teknik meningkatkan keterampilan otak?

Sebelum membicarakan bagaimana caranya, terdapat baiknya anda lihat studi permasalahan berikut.

Anda kadang menilik wajah seseorang yang pernah anda kenal, namun lupa namanya. Ini paling umum terjadi. Kenapa? Karena nama ialah bahasa yang merupakan faedah mental benak kiri dan sifatnya jangka pendek, sedang wajah ialah gambar yang merupakan faedah mental benak kanan dan sifatnya jangka panjang. Jadi lumayan jelas alasannya.

Sekarang, anda lihat faedah masing-masing otak.

Otak kiri bermanfaat untuk mengetahui bahasa, menilik angka, menciptakan analisa, memakai logika, menghafalkan urutan, menghitung dan ketelitian (detail). Otak kanan dipakai untuk berkreasi, menciptakan konsep, membuat seni, menilik gambar/warna, Membedakan dimensi, Mengontrol emosi dan menciptakan imajinasi. Pendek kata, benak kiri ialah untuk menilik sesuatu yang ada, sedangkan benak kanan bermanfaat menciptakan sesuatu.

Pada permasalahan pengingatan wajah dan nama, benak kanan menyusun potongan-potongan gambar dan lantas secara alami mengimajinasikannya menjadi sebuah wujud. Mungkin kamu pernah menilik seseorang karena format wajahnya, atau model rambutnya, atau sebab ada sesuatu yang unik. Dari potongan tersebut, kamu dapat membuat cerminan penuh. Seperti permainan puzzle, kamu ditantang guna berimajinasi dengan memakai potongan gambar.

Sumber : http://www.shopzilla.co.uk/rd?t=http%3A//www.pelajaran.co.id