Mendidik Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar

Mendidik Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar

Mendidik Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar

Anak sekolah dasar adalah

Anak yang berusia 6-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua. Dalam hal belajar, anak sekolah dasar memiliki karakteristik senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung (Gunarsa, 2006).

Berdasarkan karakteristik anak sekolah dasar tersebut, maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat dalam mendidik siswa untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar antara lain sebagai berikut.

 

Menentukan karakter

Penentuan karakter dilakukan berdasarkan tujuan karakter yang diharapkan dalam artian setelah mengikuti seluruh proses pembelajaran, maka karakter yang terbentuk merupakan karakter yang yang sudah ditentukan. penentuan karakter untuk siswa sekolah dasar hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, misalnya karakter disiplin dan tanggung jawab. Karakter tersebut dikira tepat karena karakteristik anak sekolah dasar adalah senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok.

 

Melaksanakan penanaman karakter

Pelaksanaan penanaman karakter dilakukan melalui pembelajaran dengan cara mengintegrasikan karakter yang sudah ditentukan kedalam pembelajaran. adapun pengintegrasian karakter kedalam pembelajaran dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut:

1) menentukan karakter dengan cara mengkaji Standar Komptensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) yang didalamnya terkandung karakter yang ditananamkan,

2) mengembangkan karakter yang terkandung dalam SK dan KD kedalam indikator, dan

3) mencantumkan karakter yang diinginkan dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Membiasakan perilaku karakter

Pembiasaan perilaku karakter akan membentuk karakter siswa, seperti yang dikemukakan oleh Kurniawan (2015), bahwa dalam pembentukan karakter, perlu adanya pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan konsisten. Berdasarkan hal tersebut dapat artikan bahwa dalam membentuk siswa yang berkarakter pribadi yang baik maka dalam karakkter yang ditanamkan harus dilakukan secara berulang-ulang. Misalnya, membentuk siswa yang berkarakter disiplin. Karakter disiplin akan terbentuk apabila dilakukan secara berulang-ulang oleh siswa, dengan dilakukannya secara berulang-ulang, sehingga siswa terbiasa dengan perilaku disiplin. Perilaku disiplin yang dilakukan oleh siswa mengindikasikan bahwa pembentukan karakter siswa disiplin telah berhasil ditanamkan.

Langkah-langkah tersebut tentu saja tidak akan berhasil, apabila tidak didukung oleh peran guru. Guru memiliki peran penting dalam mendidik siswa agar memilki karakter pribadi yang baik. Dalam menjalankan perannya. Guru harus selalu memberikan contoh karakter yang baik kepada siswanya, baik dalam hal berbicara maupun besikap. Sehingga guru dapat dijadikan suri tauladan bagi siswanya. dengan adanya hal tersebut maka mendidik untuk membentuk karakter siswa berkarakter yang baik dapat tercapai dengan baik.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/ 

.