Mengenalkan Keragaman Indonesia Melalui Iftar Budaya

Mengenalkan Keragaman Indonesia Melalui Iftar Budaya

Mengenalkan Keragaman Indonesia Melalui Iftar Budaya
Mengenalkan Keragaman Indonesia Melalui Iftar Budaya

Kemendikbud — Iftar dalam bahas Indonesia merujuk pada pengertian perjamuan

yang dilaksanakan umat Muslim saat berbuka puasa. Melalui Iftar, masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat beribadah, namun juga untuk bermusyawarah bersama sehingga kerukunan umat Islam menjadi terbentuk. Melalui kegiatan iftar, masjid juga dapat mengembangkan kegiatan sosial budaya dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi.

Berangkat dari semangat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menggelar kegiatan “Iftar Budaya” yang dilaksanakan dari tanggal 24 – 28 Mei 2019 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara Kemendikbud dengan Badan Pengelola dan Pengurus Masjid Istiqlal, Museum Bayt al-Quran, serta komunitas-komunitas terkait. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Diskusi Kelompok Terpumpun “Perjuangan 3 Tokoh Bangsa: KH. Hasyim Asya’ari, KH. Ahmad Dahlan, dan Buya Muhammad Natsir Sebagai Peletak Dasar Fondasi Dalam Rangka Membangun Peradaban Bangsa dan NKRI”. Diskusi tersebut diselenggarakan sebagai prakegiatan Festival Istiqlal.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid membuka Iftar Budaya pada Kamis, 25 Mei 2018.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mengelola kebersamaan dalam keragaman untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan dunia bagaimana kehidupan islam. Hilmar mengatakan, tiga tahun lalu Kemendikbud mulai mendiskuksikan juga dengan Badan Pengelola dan Pengurus Masjid Istiqlal mengenai kemungkinan membuat kegiatan-kegiatan bernapas kebudayaan di Masjid Istiqlal. Rencana tersebut lalu mendapat sambutan positif.

“Kami sama-sama merintis menyelenggarakan berbagai kegiatan termasuk pameran. Insyaallah kalau lancar kita mau menghidupkan kembali Festival Istiqlal. Kita hidupkan kembali, beri gambaran kepada masyarakat dan dunia bagaimana kehidupan islam. Bagimana kita bisa mengelola kebersamaan dalam keragaman. Saya kira itu adalah hal positif yang bisa kita tonjolkan terus melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata Hilmar.

Program Iftar Budaya yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal diisi berbagai macam kegiatan antara lain

Pertunjukan Seni dan Budaya Islam, Pameran Kreatif, Melukis, Pemutaran Film, dan Permainan Tradisional. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan masjid sebagai sarana dalam merayakan toleransi, memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman tentang Islam dan kebinekaan kepada masyarakat, dan juga memperkenalkan keragaman budaya Indonesia. (Desliana Maulipaksi/

 

Sumber :

http://www.macrothink.org/journal/index.php/ajfa/comment/view/11810/10136/10716