Pembahasan

Table of Contents

Pembahasan

Percobaan yang bertujuan untuk memperoleh minyak nabati dari biji kacang tanah dengan cara ekstraksi kontinu dan dilanjutkan dengan pemisahan atau pemurnian secara destilasi. Destilasi merupakan metode pemisahan campuran dalam fasa cair yang homogeny dengan penguapan dan pengembunan sehingga diperoleh destilat yang relative banyak mengandung komponen volatif. Ekstraksi merupakan suatu pemisahan yang didasarkan atas perbedaan kelarutan suatu solute dalam pelarut, ekstraksi yang digunakan pada percobaan ini adalah ektraksi kontinu yakni ektraksi yang digunakan bila perbandingan distribusi relatif kecil untuk pemisahan yang kuantitatif sehingga diperlukan beberapa tahap ekstraksi. Sedangkan ekstraksi kontinue merupakan ekstraksi berulang-ulang dengan pelarut yang sama. Minyak nabati merupakan minyak yang diekstrak dari tumbuhan, dalam percobaan sampel yang digunakan kacang tanah. Minyak nabati didapatkan dari ekstraksi kacang  tanah. Kacang tanah terlebih dahulu dihaluskan dengan tujuan untuk memudahkan pelarut dalam mengikat ekstrak minyak nabati yang terkandung dalam sampel karena seluruh bagian sampel terendam. Sampel kemudian dibungkus dengan kertas saring yang bertujuan agar sampel tidak masuk kedalam labu godog (pelarut) selain itu juga kertas saring mempunyai pori-pori yang besar sehingga proses pengekstraksi untuk minyak nabatinya akan lebih mudah dan ekstrak yang diperoleh lebih banyak. selanjutnya soxhlet diisi dengan sampel pada labu perendaman dan pada labu godoknya diisi dengan batu didih. Fugsi batu didih untuk mencegah terjadinya letupan pada labu saat terjadi pemanasan dan untuk menyebarkan panas secara merata pada larutan. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi ini adalah eter. Eter digunakan sebagai pelarut karena memilii tingkat kepolaran yang relatirf sama dengan minyak yang akan diekstrak yaitu sama-sama merupakan senyawa nonpolar. Dilakukan proses ekstraksi kontinu dengan alat soxhlet sehingga terjadi 5 kali sirkulasi hal ini dilakukan agar semakin banyak minyak nabati terekstraksi. Kemudian residu yang diperoleh dari hasil ekstraksi dipisahkan dengtan pelarut petroleum eter dengan cara destilasi. Ekstrak minyak nabati yang diperoleh kemudian diuapkan sampai tidak tercium bau potreleum eter. Diuapkan hasil penguapan diperoleh ekstrak minyak nabati yang murni. Pada percoaan volume minyak nabati yang diperoleh 3,8 mL, dengan massa jenis 0,79 gr/mL. Dari hasil analisis data diperoleh kadar minyak nabati 5,987% artinya dalam setiap 100 gram sampel (kacang tanah) terdapat 5,987 gram minyak nabati. Berdasarkan teori massa jenis minyak nabati 0,81 g/mL, dalam percobaan yang telah dilakukan tidak sesuai dengan teori, hal ini disebabkan karena dalam minyak nabari masih terdapat pelarut eter.

  1. Kesimpulan

  2. Minyak nabati pada kacang tanah dapat diperleh dengan cara ekstraksi menggunakan soxlet dengan menggunakan pelarut  potreleum eter
  3. Kadar minyak nabati yang diperoleh 5,987% dengan massa jenisnya 0,79 g/mL
  4. Saran

Praktikum selanjutnya untuk lebih menguasai prosedur kerja serta lebih teliti lagi untuk setiap perlakuan yang dilakukan dalam laboratorium agar menghasilkan hasil yang akurat

 

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/apple-dituntut-gara-gara-perlambat-kinerja-iphone-lama/