Pengembangan Kelembagaan

Pengembangan Kelembagaan

 

dalam Perencanaan dan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu

Salah satu arah dan kebijakan sektor kelautan dalam GHBN 1993, adalah pendayagunaan sumber daya laut dan pemanfaatn fungsi wilayah laut nasional, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia  (ZEEI). Pengelolaan potensi kelautan untuk berbagai kegiatan ekonomi dipacu melalui peningkatan investasi, dengan menyiapkan perencanaan makro dan mikro dalam bentuk tata ruang, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, penataan kelembagaan serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pengelolaan sumber daya air laut dilakukan sejak dahulu kala, dan dalam dekade ini telah meningkat secara pesat. Diperkirakan, seluruh keluaran (output) kegiatan ekonomi pemanfaatan sumber daya laut, pertambangan, perikanan, pariwisata, dan transpotasi, memberikan kontribusi terhadap produk nasional bruto (PNB) sebesar 24% pada tahun 1990, dan 22% penduduk indonesia bergantung pada  perairan laut.sektor penting dalam pengelolaan sumber daya laut di daerah adalah salah satnya Sektor perikanan, dengan semakin bertambah luas pengusahaan perikanan ke perairan ZEEI, maka bertambah besar pula potensi sektor perikanan palagis dalam menyumbang devisa. Selain penangkapan ikan, sektor ini juga mengembangkan budi daya rumput laut, mutiara, dan ekspor hasil kerajinan industri rumah tangga masyarakat pesisir.

Sementara di 7 (tujuh) zone penangkapan lainnya, sekalipun tingkat pemanfaatan sumberdaya ikannya secara keseluruhan masih berada dibawah potensi lestari, akan tetapi untuk beberapa kelompok ikan sudah berada pada posisi “over fishing”. Sebagai contoh, udang dan lobster di perairan Laut Cina Selatan, ikan demersal; udang dan cumi-cumi di perairan Selat Makasar dan Laut Flores. Oleh karena itu, pada beberapa perairan yang kondisi pemanfaatan sumberdaya ikannya telah mendekati dan atau melampaui potensi lestarinya, maka perlu kiranya mendapatkan perlakuan khusus agar sumberdaya ikan yang ada tidak “collapse”. Informasi yang berkaitan dengan potensi dan penyebaran sumberdaya ikan laut di perairan Indonesia, telah dipublikasikan oleh “Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumberdaya Ikan Laut” pada tahun 1998. Dalam publikasi tersebut, wilayah perairan Indonesia dibagi menjadi 9 (sembilan) zone, yaitu :

1) Selat Malaka

2) Laut Cina Selatan

3) Laut Jawa

4) Selatan Makasar dan Laut Flores

5) Laut Banda

6) Laut Seram dan Teluk Tomini

7) Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik

8) Laut Arafura

9) Samudra Hindia

Sementara dalam menentukan stok sumberdaya ikan di perairan Indonesia, dipergunakan beberapa metoda sesuai dengan jenis dan sifat sumberdaya ikan Dalam kaitan ini terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan didalam mengelola sumberdaya perikanan, agar tujuan pengelolaan dapat tercapai.Pendekatan dimaksud sebagaimana dikemukakan oleh Gulland dalam Widodo dan Nurhudah (1985) adalah sebagai berikut :

Sumber :

https://bloggermuslimah.id/facebook-hapus-sebagian-besar-konten-ekstrimis/