Pengertian Masalah Sosial serta Manfaat dan Dampak Negatif

Masalah sosial adalah kata-kata dalam sosiologi yang muncul sebagai bagian dari fenomena sosial. Masalah sosial ini terdiri dari dua istilah, masalah dan masyarakat. Masalahnya adalah ketidaksetaraan antara keinginan dan kenyataan, tetapi masyarakat berarti masyarakat. Secara umum, masalah sosial adalah alat masyarakat.

Semua orang peduli tentang orang lain di tim mereka atau di luar grup. Dalam kehidupan sehari-hari, kekhawatiran ini dipandu oleh proses sosialisasi dan interaksi sosial. Proses sosialisasi adalah proses belajar karena anak-anak masih terlalu muda untuk membentuk kepribadian mereka. Interaksi sosial terjadi ketika anak-anak mulai berkomunikasi dengan orang lain dalam keluarga dan dengan orang lain atau komunitas di luar lingkungan rumah.

Di tengah kehidupan masyarakat, orang harus membawa nilai-nilai dan nilai-nilai yang dianggap panduan dalam kehidupan mereka. Jadi berbicara tentang nilai tidak berarti kita harus berbicara tentang cita-cita atau apa yang harus, apa yang harus atau apa yang sebenarnya terjadi. Namun dalam kenyataannya, ada orang atau kelompok orang yang secara sadar dan sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Menurut para ahli, pahami masalah sosial

Masalah Sosial

Memahami masalah sosial dari sudut pandang para ahli adalah sebagai berikut:

1. Kartini Cartono

Memahami masalah sosial adalah semua jenis perilaku individu atau kelompok yang melanggar gaya hidup orang. Banyak yang menganggap masalah sosial mengkhawatirkan, tidak diinginkan dan berbahaya bagi banyak orang, termasuk mengganggu sistem sosial yang ada.

2. Sojono Sukamto

Sojono Sukamto mendefinisikan masalah sosial sebagai kondisi yang terjadi di masyarakat karena perbedaan budaya dan hubungan. Situasi ini dapat membahayakan kehidupan dalam kelompok sosial.

3. Martin S. Weinberg

Menurut Martin, masalah sosial adalah tindakan yang bertentangan dengan budaya di masyarakat. Terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan dan penanganan, efektivitas pengiriman mungkin memiliki dampak yang signifikan atau kecil.

Teori Sosial

Ada banyak teori sosial yang berbeda terkait dengan masalah sosial, seperti teori fungsi struktural, teori konflik dan teori sistem. Berikut penjelasannya:

1. Teori fungsi struktural

Menurut teori fungsi struktural, masyarakat sebagai suatu sistem terdiri dari banyak organisasi, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri. Ini termasuk akademik, agama, ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, keluarga, dll. Semua ini saling terkait. Jika ada ketidakseimbangan antara organisasi-organisasi ini, fungsi-fungsi organisasi akan terputus.

2. Teori konflik

Ahli teori yang bertikai memandang masyarakat sebagai periode di mana kelompok-kelompok bertempur, misalnya, untuk mendapatkan kekuasaan. Sementara kelompok fungsional melihat hukum sebagai cara untuk meningkatkan integrasi sosial, teori konflik melihat hukum sebagai bentuk kontrol yang hanya menguntungkan satu kelompok.

Teori konflik tidak fokus pada keseimbangan, saling ketergantungan, dan kerja sama satu sama lain. Konflik sosial sering muncul dalam masyarakat karena mereka berjuang untuk kekuasaan, prestise, dan kemakmuran.

3. Teori sistem

Teori sistem banyak digunakan oleh para sosiolog, termasuk Auguste Comte. Comte mengatakan masyarakat itu seperti makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dianggap sebagai konsep sistem sehingga masyarakat dapat terus eksis dan eksis, serta keberadaan organisme. Setiap bagian dari elemen akan saling mempengaruhi, saling membutuhkan, saling melengkapi, saling melengkapi untuk membentuk satu kesatuan. Jadi ada saling ketergantungan antara pihak lain.

Baca Juga :