Peranan Teknologi Informasi

Peranan Teknologi Informasi

Peranan Teknologi Informasi
Peranan Teknologi Informasi

Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini nemang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur, operasi, dan mana­jemen organisasi. Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasa­kan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM (anjungan tunai mandiri), transaksi melalui Internet yang dikenal dengan e-commerce atau perdagangan elektronik, transfer uang melalui fasilitas e-banking yang dapat dilakukan dari rumah, merupakan sejumlah contoh hasil penerapan teknologi informasi.

 

Secara garis besar, dapat dikatakan bahwa:

  • Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan inforrnasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan peru­bahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi di bidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif, mengurangi biaya, meningkatkan fleksibilitas, dan tanggapan. Itulah sebabnya, sebagai contoh, banyak bank yang berlomba-lomba untuk memperluas jaringan ATM untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, mengingat persaingan antarbank yang sangat ketat.

Alasan penggunaan teknologi informasi

O’Connor dan Galvin (1997), yang menyoroti penerapan teknologi informasi untuk keperluan pemasaran, mengemukakan beberapa alasan penggunaan teknologi informasi, antara lain:

  • Secara signifikan meningkatkan pilihan-pilihan yang tersedia bagi perusahaaa dan memegang peranan penting dalam implementasi yang efektif terhadap setiap elemen strategi pemasaran.
  • mempengaruhi proses pengembangan strategi pernasaran karena teknologi informasi memberikan lebih banyak informasi ke manajer melalui pemakaian sistem pengambilan keputusan (Decision Support Systems atau DSS).
  • Teknologi informasi merniliki kemampuan uratuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalain organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer. Sebagai contoh, sistem informasi eksekutif (Executive Information Systems atau EIS) mempengaruhi aliran informasi secara vertikal dalam perusahaan. Pihak rnanajemen atas merrriliki akses informasi yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah. Jaringan telekornunikasi memungkinkan informasi mengalir dengan mudah dan cepat di antara departernen dan divisi yang berbeda.
  • Teknologi informasi juga mempengaruhi antarmuka-antarmuka orga­nisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok. Sistem antar organisasi yang dilengkapi dengan pertukaran data elektronis (EDI) menciptakan hubungan yang lebih dekat antara organisasi dan pemasok, memfasilitasi manajemen sediaan yang lebih efisien, dan memungkinkan pendekatan tepat waktu dalam melakukan pemesanan
  • O’Brien (1996) memberikan suatu gambaran tentang bagaimana teknologi informasi dapat membantu penataan ulang proses bisnis,

Teknologi Informasi  strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif

Teknologi informasi sering dikatakan dapat digunakan untuk mem­bentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif (O’Brien, 1996), antara lain:

  • Strategi Maya: meminimalisir biaya/memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok, atau meningkatkan biaya pesaing untuk tetap bertahan di industri.
  • Strategi diferensiasi: mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
  • Strategi inovasi: memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau mem­buat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
  • Strategi pertumbuhan: mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melaku­kan diversifikasi produk/jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
  • Strategi aliansi: membentuk hubungan clan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, clan lain-lain.

Sumber : https://www.quibblo.com/story/DBR5-5Ha/Dosenpendidikan-Introduces-High-School-Study-Materials-on-Their-Website