Perikanan Indonesia

Perikanan Indonesia

  1. Lingkungan Perairan

Lingkungan air meliputi kisaran yang luas, mulai mata air di pegunungan hingga perairan laut dalam, dengan ukuran luasan volume yang beragam. Lingkungan air terdiri atas lingkungan air asin serta air tawar. Perairan tawar meliputi mata air, sungai, waduk, danau, perairan payau dan air tanah (sub-teranean). Sebagian dari lingkungan air tersebut berpotensi untuk usaha akuakultur.

Beragam biota hidup di badan air dapat berupa hewan, tumbuhan, dan mikroba. Mikroba di lingkungan air meliputi bakteri, fungi, algae, protozoa dan virus. Mikroba tersebut dapat bersifat ototrofik atau heterotrofik, sebagian bakteri dan fungi hidup secara saprofitik atau dapat pula bersifat parasit terhadap hewan air. Diantara protozoa perairan ada yang hidup bebas, bersimbiosa dengan hewan air atau dapat pula bersifat parasit, adapun virus keseluruhannya bersifat obligat parasit intraselular baik pada tumbuhan, hewan maupun mikroba perairan.

  1. Prospek Usaha Pembenihan Ikan Laut

Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), tahun 2007 produksi perikanan dunia mencapai 143 juta ton, terdiri dari 91 juta ton dari hasil tangkapan (capture) dan sebesar 51 juta ton dari hasil budi daya. Pasokan produk perikanan harus bertambah dari tahun ke tahun, dan sekitar dua-per-tiganya masih berasal dari penangkaan. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir ini produksi perikanan tangkap dunia telah menjadi sangat menjadi stagnan dan cenderung terus menerus sehingga pasokan lebih banyak tergantung pada hasil budi daya.

 

Sumber :

https://weshop.co.id/samsung-luncurkan-galaxy-s8-warna-burgundy-red/