Pola-pola Sosialisasi

Pola-pola Sosialisasi

Pola-pola Sosialisasi

  • Sosialisasi Otoriter

Sosialisasi Otoriteryaitu: proses sosialisasi yang dipercayakan kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan atau wewenang terhadap orang yang disosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan secara paksa. Tujuan sosialisasi Otoriteragar individu yang disosialisasi itu dapat menguasai apa yang di sosialisasikan, sehingga akhirnya akan terbentuk sikap disiplin dalam masyarakat.


  • Sosialisasi Ekualiter

Sosialisasi Ekualiter yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh individu yang sederajat Tujuan sosialisasi Ekualiteruntuk saling melindungi atau saling membantu demi kelestarian interaksi mereka.


  • Sosialisasi Formal

Sosialisasi Formalyaitu: proses sosialisasai yang dilakukan secara terstruktur menurut aturan yang tertuis/resmi. yang sengaja dan sadar direncanakan guna mencapai suatu tujuan.

Contoh: proses pendidikan. Pengajaran, petunjuk-petunjuk dan nasihat-nasihat.


  • Sosialisasi Informal

Sosialisasi Informalyaitu proses sosialisasi yang dilakukan secara tidak terstruktur dengan aturan yang tidak tertulis,

Contoh: seorang ibu yang bersikap sopan terhadap tamu yang sedang berkunjung ke    rumahnya dengan disaksikan anakanya, maka secara tidak sengaja sang ibu ini telah mensosialisasikan norma-norma kepada sang anak.


  • Sosialisasi Primer

Sosial Primeryaitu: Sosialisasi yang paling pertama yang diterima individu dari lingkungan hidupnya, yang berfungsi mengantar mereka dalam memasuki kehidupan sebagai anggota masyarakat

Contoh: sosialisasi yang dilakukan orang tua kepada anaknya.


  • Sosialisasi Sekunder

Sosial Sekunder yaitu: sosialisasi lanjutan dari sosialisasi primer,ketika seorang anak sudah menjalani sosialisasi di sektor-sektor kehidupan nyata di masyarakat, seperti: di tempat kerja, akademik militer,  dll.

Sedangkan dari segi caranya, sosialisasi yang berlangsung dalam keluarga dibedakan pula menjadi:


  • Sosialisasi represif

Ciri-cirinya:

  1. Proses sosialisasi lebih mengutamakan penggunaan hukuman
  2. Komunikasi satu arah
  3. Kepatuhan penuh anak-anak kepada orang tua
  4. Orang tua bertindak dominan dalam proses sosialisasi tersebut

 

  • Sosialisasi Partisipatif

Ciri-cirinya:

  • Proses sosialisasi lebih mengutamakan penggunaan motivasi
  • Komunikasi timbal balik
  • Penghargaan terhadap otonomi anak
  • Adanya sharing dan tanggung jawab dalam proses sosialisasai tersebut

Sumber: https://thephotograph.co.id/flick-shoot-apk/