Proses Kerja Analisis Kromatografi Gas

Proses Kerja Analisis Kromatografi Gas

 

Kromatogarif gas adalah alat yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang dapat menguap dan hasil pemisahan dapat dilihat berupa kromatogram. Pada umunya alat ini digunakan untuk mengecek senyawa apa saja yang dimiliki oleh suatu cairan atau bentuk apa pun.

Dalam dunia kehutanan, umumnya bahan senyawa untuk pengecekannya dengan kromatografi ini ialah minyak atsiri. Dimana minyak atsiri mempunyai kekayaan akan senyawa-senyawanya. Hal ini dibuktikan dengan pada satu produk minyak atsiri mempunyai golongan minyak atsiri yang terdiri dari beberapa senyawa-senyawa.

Kromatografi gas ini pada umumnya dinamakan dengan GC-MS. Dimana kepanjangan nya ialah Gass Chromatography – Mass Spectrometry.

Pada alat kromatografi gas ini mempunyai spektroskopi massa yang merupakan metode analisa dimana sampel yang dianalisa akan diubah menjadi ion-ion gasnya dan massa dari ion-ion tersebut dapat diukur berdasarkan deteksi berupa spektrum massa (Muhamad, 2014).

Pada pemisahan senyawa dalam GC (Gas Chromatography) terjadi di dalam kolom dengan melibatkan dua fase, yaitu fase diam dan gerak.

Pada fase diam merupakan zat yang berada di dalam kolom sedangkan fase gerak adalah gas pembawa (helium atau hidrogen). Dimana teknik pemisahan mengakibatkan solut-solut yang mudah menguap dan stabil terhadap pemanasan akan bermigrasi melalui kolom yang merupakan fase diam dengan kecepatan yang tergantung pada fase rasio distribusinya (Muhamad, 2014).

Untuk pengolahan analisis kromatografi gas ini terdapat 6 prosesnya, sebagai berikut (Sutar et al, 2013).

1. Tabung Gas

Proses ini berfungsi sebagai pensuplai gas yang digunakan dalam analisis. Dimana gas digunakan sebagai pembawa bisa berupa hidrogen, helium maupun nitrogen.

2. Sistem Injeksi Sampel

Proses yang digunakan untuk mendapatkan efisiensi, sampel dimasukkan dalam jumlah sedikit pada waktu yang tepat. Dimana ciri-ciri sampel tidak boleh pekat, sehingga sebelumnya harus diencerkan.

Terdapat dua injeksi sampel, yaitu metode splitless dan metode split. Dimana metode splitless ini merupakan semua sampel yang diuapkan masuk ke dalam kolom dikromatografi, sedangkan metode split adalah sampel yang dibuang setelah diuapkan.

3. Oven

Proses yang digunakan untuk memanaskan kolom pada temperatur tertentu sehingga memperoleh proses pemisahan komponen sampel.

4. Kolom

Proses ini digunakan untuk membuat suhu rendah memmberikan pemisahan yang lebih baik, namun waktu retensinya menjadi lebih lama dua kali lipat untuk setiap penurunan 30 C.

5. Detektor

Proses ini digunakan untuk memberikan suhu tinggi supaya mencegah kondensasi cuplikan pedekteksi adanya komponen yang keluar dari kolom.

6. Data Acquisition System

Proses ini berfungsi sebagai control automatic calibaration dan perangkat gabungan dari software dan hardware.