Puskesmas adalah

Puskesmas adalah

Puskesmas adalah
Puskesmas adalah

Puskesmas

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan Kabupaten atau Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah. (Syafrudin dkk, 2009).

Menurut Supriyanto (1998) bahwa pemanfaatan pelayanan Puskesmas adalah penggunaan pelayanan yang telah diterima pada tempat atau pemberi pelayanan kesehatan. (Syafruddin dkk, 2009).

Ada 2 faktor yang mempengaruhi persepsi dari masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah pengalaman pribadi dan manfaat akan keberadaan dari Puskesmas itu sendiri. Sedangkan faktor ekstern meliputi hubungan sosial dalam pelayanan kesehatan seperti sosialisasi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas. (Anonim, 2011).

Menurut Syafruddin Syaer (2010), banyak faktor yang berperan dalam hal pengunaan Puskesmas. Faktor tersebut dikelompokkan dalam 2 kelompok yaitu yang bersal dari puskesmas itu sendiri dan faktor yang berasal dari masyarakat. Faktor yang berasal dari Puskesmas meliputi faktor tenaga, perilaku petugas, program pelayanan, fasilitas yang tersedia, letak Puskesmas dan sumber daya yang tersedia. Sedangkan faktor dari masyarakat meliputi pendidikan, pendapatan, jarak dan pekerjan.

Fungsi Puskesmas menurut Syarifuddin dkk (2009) ada 3 fungsi,

yaitu:

  1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha diwilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan.

  1. Pusat pemberdayaan masyarakat

         Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Upaya kesehatan Puskesmas menurut Syarifuddin Syaer (2010) terdiri dari:

  1. Upaya kesehatan wajib

1)      Upaya promosi kesehatan

2)      Upaya kesehatan lingkungan

3)      Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana

4)      Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

5)      Upaya pengobatan

  1. Upaya kesehatan pengembangan

1)      Upaya kesehatan sekolah

2)      Upaya kesehatan lingkungan

3)      Upaya perawatan kesehatan masyarakat

4)      Upaya kesehatan kerja

5)      Upaya kesehatan gigi dan mulut

6)      Upaya kesehatan jiwa, mata dan usia lanjut

7)      Upaya pembinaan dan pengobatan tradisional

Berdasarkan hasil penelitian Supardi dkk (2004) tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pasien berobat ke Puskesmas dengan menggunakan data sekunder SKRT 2004 dan Susenas 2004, didapatkan data karakteristik pasien rawat jalan dan rawat inap di Puskesmas persentase terbesar berusia 26-35 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SD (tidak tamat/tamat), belum bekerja/ tidak, status ekonomi mampu menurut kategori pusat statistic (BPS), tempat tinggal pedesaan dan tidak ada penanggung biaya berobat.

Baca Juga :