Rektor Universitas Jember Copot Ketua LP3M

Rektor Universitas Jember Copot Ketua LP3M

Rektor Universitas Jember Copot Ketua LP3M
Rektor Universitas Jember Copot Ketua LP3M

Pemaparan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan

Mutu Universitas Jember (LP3M Unej) Akhmad Taufiq tentang hasil pemetaan radikalisme di Kampus Tegalboto itu berbuntut panjang. Dia dicopot dari jabatannya dan diganti oleh Bambang Sujanarko sebagai penjabat sementara. Taufiq dinilai melanggar prosedur dan etik karena telah memublikasikan temuan yang seharusnya untuk konsumsi internal.

Kabar ini sempat mengejutkan sejumlah pihak. Bahkan, ada yang menilai, keputusan pencopotan itu melanggar kebebasan akademik dan memberangus kebebasan berpendapat. Terlebih, temuan itu merupakan hasil studi yang basis datanya jelas. Apalagi, informasinya juga dianggap penting dan dibutuhkan oleh publik.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Akhmad Taufiq mengaku tidak tahu apakah

pencopotan dirinya ada hubungannya atau tidak dengan penyampaiannya soal isu radikalisme saat menjadi narasumber dalam Festival HAM di Jember, baru-baru ini. Kendati begitu, dia menyatakan legawa dengan keputusan Rektor Unej tersebut. “Saya menerima diberhentikan oleh Pak Rektor. Karena itu memang kewenangan beliau,” katanya.

Taufiq juga mengaku tak akan memperpanjang masalah ini. Sebab, itu memang sudah menjadi keputusan

pimpinan kampus. Bahkan, untuk menunjukkan jika dirinya tak mempersoalkan hal itu, dia mengaku sedang bersama Rektor Unej Moch Hasan kala bertakziah di Malang.

Namun demikian, dirinya tetap menginginkan temuan soal radikalisme tersebut ditindaklanjuti. Bukan hanya oleh LP3M, tapi juga jajaran rektor, dekan, dosen, dan civitas academica lainnya. Sebab, ia meyakini, tak menutup kemungkinan radikalisme tak hanya menyasar mahasiswa, tapi juga unsur civitas academica yang lain.

“Mereka itu para korban yang harus kita selamatkan bersama dengan berbagai pembinaan,” ucapnya.

 

Baca Juga :