Setelah Motor Listrik Gesits Dipasarkan, Presiden Akan Lakukan Ini

Setelah Motor Listrik Gesits Dipasarkan, Presiden Akan Lakukan Ini

Setelah Motor Listrik Gesits Dipasarkan, Presiden Akan Lakukan Ini
Setelah Motor Listrik Gesits Dipasarkan, Presiden Akan Lakukan Ini

Tim Gabungan produsen motor listrik Gesits mengadakan audiensi dengan Presiden Joko Widodo

di Istana Merdeka, Jakarta. Tim Gabungan tersebut di antaranya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Joni Hermana.

Ada juga Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsyah Suryadi dan Direktur PT. Gesits Technology Indonesia Zaki Nahdi Saleh. Serta para pimpinan BUMN yang terlibat dalam produksi motor listrik tersebut. Mereka adalah Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana dan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin.

Didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden Joko Widodo membicarakan persiapan

produksi massal sepeda motor listrik Gesits yang merupakan karya anak bangsa. Rencananya, produk tersebut akan segera memasuki tahap produksi dan termasuk salah satu prinsipal Indonesia pertama yang masuk ke pasar sepeda motor listrik Tanah Air.

Usai pertemuan Presiden sempat melakukan test drive sepeda motor listrik Gesits di sekitar halaman Istana. Kepala Negara yang mengenakan helm hitam dan mencoba mengendarai Gesits berwarna merah.

Presiden mengatakan, dalam audiensi tersebut dibicarakan soal rencana produksi massal Gesits d

alam waktu dekat. Rencananya, dalam satu bulan, sepeda motor listrik tersebut akan diproduksi sebanyak 60.000 unit dalam satu tahun atau 5.000 unit setiap bulan dan tergantung permintaan pasar.

“Apabila sepeda motor listrik Gesits ini meluncur ke pasaran, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan,” kata Presiden, dilansir ristekdikti.go.id.

Menurut informasi yang disampaikan kepada Presiden, Gesits ditenagai baterai lithium ion. Gesits dapat menempuh jarak sejauh kurang lebih 70 kilometer untuk satu kali pengisian baterai dengan lama pengisian kurang lebih 3 jam.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/sejarah-nkri/