SMK Pengampu Usaha Pemprov Kurangi Angka Pengangguran Lulusan SMK

SMK Pengampu Usaha Pemprov Kurangi Angka Pengangguran Lulusan SMK

SMK Pengampu Usaha Pemprov Kurangi Angka Pengangguran Lulusan SMK
SMK Pengampu Usaha Pemprov Kurangi Angka Pengangguran Lulusan SMK

Masih tingginya tingkat pengangguran bagi lulusan SMK membuat, Khofifah Indar Parawansa,

selaku Gubernur Jatim terus mendorong sistem SMK Pengampu.

Ditemui seusai acara Seminar Sinergi Penyelarasan Kerjasama SMK dengan Dunia Usaha dan Industri di Diandra Convention Center, Senin (29/4/2019), Khofifah mengatakan pentingnya sistem Sekolah Pengampu bagi usaha pengurangan pengangguran.

“Kok yang banyak nganggur kok SMK, bukannya SMK paling banyak dicari pasar. Ternyata

ketika kita dalami lagi karena SMK yang bersangkutan tidak punya lab dan BLK. Wah kalau semua SMK dikasih Lab BLK ya Pemprov ndak mampu. Makannya diadakan sistem SMK Pengampu, agar merata semua lulusannya,” ujar Khofifah.

SMK Pengampu sendiri merupakan merupakan menggabungkan lima SMK yang serumpun untuk menggunakan laboratorium praktek secara bersama sama. Sehingga sekolah yang sebelummya belum punya laboratorium bisa merasakan skill praktek yang sama sebagaimana sekolah lain yang sudah punya laboratorium.

Saiful Rachman, selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur pun mengatakan bahwa SMK

Pengampu ini mengantisipasi SMK Swasta yang memiliki akreditasi rendah karena kurangnya fasilitas.

“Ini sebagai penghilang stigma bahwa pengangguran tertinggi swasta dan upaya peningkatan akreditasi SMK swasta, kalau sudah bisa mandiri ya dilepas. SMK Pengampu ini tidak akan selamanya, kami batasi hanya 3 tahun masa ampuan,” ujar Saiful Rachman

 

Baca Juga :