UIN SGD Bandung Turunkan 5.054 Mahasiswa untuk Program Citarum Harum

UIN SGD Bandung Turunkan 5.054 Mahasiswa untuk Program Citarum Harum

UIN SGD Bandung Turunkan 5.054 Mahasiswa untuk Program Citarum Harum
UIN SGD Bandung Turunkan 5.054 Mahasiswa untuk Program Citarum Harum

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

(LP2M) UIN SGD Bandung terjunkan 5.054 mahasiswanya untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas).

Selama satu bulan, dari 31 Juli-31 Agustus, para mahasiswa akan diterjunkan lingkungan masyarakat di sekitar aliran sungai Citarum untuk menyukseskan program Citarum Harum menuju Indonesia Emas 2045.

“KKN Sisdamas, merupakan proses pembelajaran masyarakat dalam membangun desa. Proses pembelajaran sebenarnya yatu proses pendidikan. Artinya perubahan dapat terjadi melalui proses pendidikan yang didampingi oleh mahasiswa sebagai fasilitator di wilayah kelurahan/desa sasaran,” ungkap Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie saat memberikan pembekalan kepada Dosen Pembimbing Lapangan dan Ketua Kelompok KKN Sisdamas tahun akademik 2018/2019 di Aula Anwar Musaddad, Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Cibiru, Bandung, belum lama ini.

Menurut Ramdhani, melalui proses belajar ini, diharapkan masyarakat mampu mengubah pola pikir

dan sikap perilaku sebagai manusia yang bertanggung jawab menjalankan fitrahnya sebagai manusia, yakni mampu memberikan potensi yang ada dalam dirinya untuk kesejahteraan diri dan lingkungannya..

Berkenaan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), lanjutnya, ada 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

“Upaya menyukseskan SDGs dan program Citarum Harum, maka sebanyak 5.054 mahasiswa diterjunkan KKN Sisdamas di aliran sungai Citarum. Dengan harapan segala keilmuan yang ada di kampus dapat memberikan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk programnya “Semuanya tergantung pada mahasiswa dan dosen pembimbingnya dalam memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, alam, air. Misalnya dengan melahirkan fikh lingkungan,” jelasnya.

Bersinergi dengan PT

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.Ip., M.Si mengatakan, program Citarum

Harum sudah berjalan dan diterima positif oleh seluruh kalangan masyarakat dan masuk dikalangan perguruan tinggi dengan adanya KKN Tematik.

“Faktanya Sungai Citarum menurut survei pernah menyandang predikat sala satu sungai terkotor di dunia. Oleh sebab itu, pemerintah mencanangkan program Citarum Harum untuk secepatnya me-revitalisasi Sungai Citarum yang merupakan sumber kehidupan bagi 27 juta warga masyarakat di Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ungkapnya.

Satgas yang bertugas revitalisasi Sungai Citarum disepanjang 269 Km, dibagi menjadi 23 sektor yang dipimpin oleh Dansektor. TNI AD dalam hal ini Pangdam Siliwangi bertugas sebagai Wadan Satgas bidang pengendalian Ekosistem.

Identifikasi permasalahan di Sungai Citarum ini, menurutnya, antara lain keberadaan lahan dan tanaman keras di hulu Sungai Citarum, sampah permukaan yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah domestik, kotoran hewan dan juga manusia, serta limbah industri.

“Sebelum ada program revitalisasi Citarum Harum, sudah ada program Citarum lainnya yang telah menghabiskan dana hingga puluhan trilyun rupiah yang digelontorkan oleh pemerintah, tetapi hasilnya tidak optimal, karena kerusakan ekosistem di Sungai Citarum kondisinya memprihatinkan,” ungkapnya.

Untuk skala terukur lagi, lanjut Yusep, Sektor 21 Satgas Citarum yang membawahi wilayah kerja di Kabupaten Bandung (kecuali Majalaya) dan Kota Cimahi, dibagi menjadi 15 Sub Sektor, diantaranya Sub Sektor Citarik, Ciledug, Cidurian, Cipamokolan, Cikapundung, Citepus, serta Cisangkuy dengan perkuatan dari TNI sebanyak 200 personel.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sejarah-hari-pramuka-14-agustus/