Universitas Terbuka Bantu Revisi UU Guru dan Dosen

Universitas Terbuka Bantu Revisi UU Guru dan Dosen

Universitas Terbuka Bantu Revisi UU Guru dan Dosen
Universitas Terbuka Bantu Revisi UU Guru dan Dosen

Untuk merevisi Undang-undang (UU) Guru dan Dosen ini, Badan Keahlian DPR tengah

bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun naskah akademik revisi UU Guru dan Dosen.

Rektor UT, Ojat Darojat, mengatakan, UT menjalin kerja sama dengan Badan Keahlian DPR karena diberi kepercayaan oleh negara sejak 1990 untuk membantu meningkatkan kompetensi guru. Untuk itu, UT melakukan seminar kerja sama dengan Badan Keahlian DPR yang fokus pada urgensi revisi UU Guru dan Dosen. Pasalnya, seiring dengan kemajuan dan perubahan yang dicapai di masyarakat, Badan Keahlian DPR melihat UU Guru dan Dosen harus dikaji kembali, apakah ada hal-hal yang perlu ditingkatkan.

“Tahun 2000,UT diberi kepercayaan buat program PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, red)

enyetaraan sampai 2003. Lalu membuka program S1 PGSD hingga 2005 lahir UU Guru dan Dosen,” katanya kepada SP, Minggu (30/9) malam.

Ketika ditanya apakah UU Guru dan Dosen perlu direvisi, Ojat mengatakan, guru dan dosen memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda. Maka dari itu, Ojat menyebutkan, pada pertemuan bersama DPR, diwacanakan UU Guru dan Dosen harus dipisah. “Ini baru wacana ya, nanti pertemuan berikutnya UT akan diberi tempat di sana,” ujarnya.

Terkait masalah kompetensi guru, menurutnya, pemerintah perlu melakukan kerja sama dengan UT

karena selama ini UT sudah menjadi mitra atau instrumen penting dari pemerintah dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru. Para guru yang harus menyelesaikan strata satu (S1) rata-rata memilih melanjutkan pendidikan di UT yang menawarkan Pendidikan Jarak Jauh(PJJ). Sehingga mereka tidak perlu meninggalkan sekolah dan peserta didiknya.

“Para guru ini tidak mungkin meninggalkan anak didik dan sekolah, sedangkan di saat bersamaan mereka harus meningkatkan kualitas. Jadi mereka berbondong-bondong masuk UT. Sejak 2005-2010, banyak guru yang kuliah di UT. Jadi UT sangat signifikan melahirkan guru di Indonesia, karena jumlah guru kuliah di UT sangat banyak. Bahkan, 70% dari lulusan UT adalah guru,” jelasnya,

Untuk itu, ia menilai kebijakan pemerintah merevisi UU Guru dan Dosen dengan melibatan UT sangat tepat dan signifikan.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/